Pendapatan ADRO Tumbuh 18,15% hingga Juni 2026

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan pendapatan tumbuh 18,15% dan laba periode berjalan naik 68,87% hingga semester I 2026.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 06:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba hingga semester I 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (30/8/2026), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk meraup pendapatan usaha US$ 999,24 juta atau Rp 17,74 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.760) hingga semester I 2026.Pendapatan itu naik 16,50% dari periode sama tahun sebelumnya US$ 857,69 juta atau Rp 15,22 triliun.

Seiring pertumbuhan pendapatan itu, perseroan mencatat laba periode berjalan naik 68,87% menjadi US$ 329,19 juta atau Rp 5,84 triliun hingga semester I 2026. Laba periode berjalan pada periode sama tahun sebelumnya US$ 194,93 juta atau Rp 3,46 triliun.

Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 76,83% menjadi US$ 309,36 juta atau Rp 5,49 triliun hingga semester I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba itu tercatat US$ 174,94 juta atau Rp 3,10 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok pendapatan naik 0,54% menjadi US$ 576,55 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$ 573,42 juta.

Seiring hal itu, laba bruto mendaki 48,69% dari US$ 284,27 juta hingga semester I 2025 menjadi US$ 284,27 juta.

Perseroan memangkas beban usaha menjadi US$ 58,34 juta hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 60,34 juta. Selain itu, perseroan mencatat pendapatan lain untung US$ 17,42 juta.

 

Aset Perseroan

Seiring hal itu laba usaha perseroan naik 87,86% menjadi US$ 381,76 juta dari periode sama tahun sebelumnya US$ 203,32 juta.

Dengan kinerja itu, laba per saham dasar dan dilusian diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi US$ 0,01074 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 0,00587.

Selain itu, ekuitas Perseroan naik menjadi US$ 5,12 juta hingga 30 Juni 2026 dari periode Desember 2025 US$ 5 juta.

Liabilias naik menjadi US$ 2,67 miliar dari Desember 2025 US$ 1,8 juta. Aset perseroan naik menjadi US$ 7,8 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 US$ 6,81 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas US$ 978,22 juta hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar US$ 1,04 miliar.

Harga Saham ADRO

Berdasarkan data RTI, harga saham ADRO ditutup turun 1,11% menjadi Rp 2.670 per saham pada Jumat, 28 Agustus 2026. Harga saham ADRO dibuka stagnan di Rp Rp 2.700 per saham.

Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.720 dan terendah Rp 2.620 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.066 kali dengan volume perdagangan saham 331.019 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 88,1 miliar.