Prabowo Rapat Bareng Menhan-Panglima TNI, Bahas Syarat Suku Dayak Jadi Prajurit TNI

Rapat juga membahas penanganan bencana.

Diterbitkan 30 Agustus 2026, 07:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo bahas syarat rekrutmen suku Dayak pedalaman jadi prajurit TNI.
  • Rapat juga membahas penanganan bencana pascagempa NTT, erupsi Merapi, dan karhutla.
  • Presiden minta Babinsa edukasi warga tentang bahaya pembakaran hutan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Jawa Barat, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Rapat yang digelar dari sore hingga malam hari ini membahas sejumlah hal, salah satunya syarat perekrutan suku Dayak pedalaman menjadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dikutip dari keterangannya, Minggu (30/8/2026).

 

Proses Penanganan Bencana

Selain itu, Prabowo dan para menteri serta pimpinan TNI membahas soal penananganan bencana di Indonedia. Mulai dari, pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Merapi, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi.

"Penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," jelas Teddy.

Menurut dia, Presiden Prabowo meminta agar para Babinsa TNI di desa memberikan edukasi kepada warga terkait bahasa pembakaran hutan. Hal ini agar warga dapat menjaga hutan dan lahan, khususnya dari kebakaran.

"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," tutur Teddy.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6