Liputan6.com, Jakarta - Terobosan besar di dunia teknologi penyimpanan energi kembali terjadi. Tim peneliti China berhasil mengembangkan baterai lithium metal dengan densitas energi mencapai lebih dari 600 Wh/kg.
Dilansir dari lama CarNewsChina, Sabtu (29/8/2026) Teknologi ini dikembangkan oleh tim gabungan Tianmushan Laboratory dan Tsinghua University dan hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.
Menariknya, pengembangan baterai tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan energi yang semakin besar.
Advertisement
Tidak hanya itu, khususnya untuk sektor low-altitude economy seperti drone dan pesawat lepas landas serta mendarat secara vertikal atau eVTOL. Salah satu kendala utama kendaraan jenis ini adalah daya tahan terbang yang masih terbatas.
Densitas Energi Capai 602,5 Wh/kg
Baterai lithium metal dinilai memiliki potensi lebih besar dibandingkan baterai lithium-ion yang menggunakan anoda grafit. Baterai lithium-ion komersial saat ini disebut mulai mendekati batas teoritis densitas energi sekitar 350 Wh/kg.
Dalam pengujian, sel baterai berbentuk pouch cell berkapasitas 10 Ah yang menggunakan katoda ternary tinggi nikel mampu mencapai densitas energi 550,7 Wh/kg. Sel tersebut masih mampu mempertahankan 80 persen kapasitas setelah 180 siklus.
Sementara ketika menggunakan material katoda lithium-rich manganese-based, densitas energi reversibel baterai meningkat menjadi 602,5 Wh/kg.
Angka tersebut diklaim lebih dari 50 persen lebih tinggi dibandingkan baterai listrik yang banyak digunakan saat ini.
Tantangan Ada di Stabilitas Baterai
Meski memiliki densitas energi tinggi, baterai lithium metal menghadapi tantangan dalam hal siklus hidup dan keselamatan.
Salah satu masalahnya adalah elektrolit yang dapat mengalami dekomposisi serta pertumbuhan lithium dendrite ketika baterai bekerja pada kondisi tegangan tinggi.
Menariknya, untuk mengatasi persoalan tersebut, peneliti menggunakan strategi baru berupa struktur solvasi dengan koordinasi kuat berbasis aditif.
Tidak hanya itu, teknologi ini dirancang untuk membentuk lapisan pelindung tipis dan padat pada permukaan katoda sekaligus membangun lapisan antarmuka yang lebih stabil pada anoda lithium metal.
Lapisan tersebut membantu mengurangi kerusakan material akibat siklus tegangan tinggi sekaligus menekan pembentukan lithium dendrite. Peneliti juga menyebut teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi transportasi ion lithium dan mengurangi risiko keselamatan baterai.
Meski hasil pengujian menunjukkan potensi besar, teknologi baterai ini belum siap diproduksi secara massal. Peneliti menegaskan pengembangannya masih berada pada tahap penelitian laboratorium sehingga masih diperlukan pengembangan teknis lebih lanjut sebelum dapat diterapkan dalam skala komersial.
Jika berhasil dikembangkan hingga tahap produksi, baterai lithium metal dengan densitas energi di atas 600 Wh/kg berpotensi membantu mengatasi keterbatasan daya tahan pada drone dan eVTOL.
Namun, penerapan teknologi tersebut pada kendaraan produksi massal masih membutuhkan proses pengembangan yang panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399340/original/066973100_1761934569-roberto-sorin-ZZ3qxWFZNRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332791/original/088490900_1787718525-ber1b.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261138/original/074186100_1781684312-amanz-agGeiMmS_VQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327241/original/007998800_1787066676-20260818_222218.jpg)