Peneliti China Berhasil Bikin Baterai Mobil Listrik dari Plastik, Diklaim Lebih Aman

Ilmuwan di China, berhasil membuat baterai yang disebut organik, yang menggunakan polimer organik mirip plastik untuk komponen katoda

Diterbitkan 23 Februari 2026, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Para peneliti di China berhasil mengembangkan teknologi baterai baru, yang berpotensi mengubah cara mobil listrik (EV) menyimpan energi. Alih-alih mengandalkan logam berat seperti kobalt dan nikel yang selama ini dipakai, tim ilmuwan ini menggunakan polimer organik mirip plastik untuk komponen katoda. Temuan ini dipaparkan dalam sebuah studi yang dimuat di jurnal Nature, pada 18 Februari 2026.

Dipimpin oleh Profesor Xun Yinhua dari Tianjin University dan Profesor Huang Fei dari South China University of Technology, para peneliti berhasil menciptakan baterai 'organik' yang menggantikan bahan logam dengan material bernama PBFDO sebagai katoda.

Desain baru ini menjanjikan sumber energi yang lebih mudah diperoleh dan lebih ringan dibandingkan baterai konvensional.

Salah satu keunggulan dari baterai berbasis polimer ini, adalah kemampuannya bekerja di rentang suhu yang sangat luas. Baterai tersebut terbukti tetap berfungsi di suhu serendah −94°F (−70°C) hingga setinggi 176°F (80°C), yang berarti kendaraan listrik bisa menyala di kondisi sangat dingin maupun sangat panas tanpa kehilangan performa.

Tim peneliti juga telah membuat 'pouch cells' nyata dengan teknologi ini. Sel baterai tersebut mencapai kerapatan energi sekitar 250 Wh/kg, level yang sebanding dengan baterai berteknologi tinggi yang banyak dipakai pada mobil listrik saat ini. Biasanya penggunaan material organik sering menghasilkan baterai berdaya rendah, tetapi kali ini para ilmuwan menunjukkan baterai organik bisa bersaing dengan teknologi mapan.

Keamanan juga menjadi fokus utama dari riset ini. Ketika baterai lithium biasa dapat terbakar jika rusak atau tertusuk, baterai plastik ini diuji dengan cara ditembus jarum tajam.

Hasilnya, baterai tak mengeluarkan asap, tidak terbakar, dan bentuknya tetap stabil.

Baterai Lebih Fleksibel

Selain itu, karena PBFDO adalah polimer, baterai ini memiliki sifat fleksibel. Ilmuwan menemukan bahwa baterai bisa dibengkokkan, ditarik, maupun ditekan tanpa pecah. Hal ini membuka peluang desain baru untuk baterai mobil listrik di masa depan yang bisa menyesuaikan bentuk ruang dalam kendaraan.

Teknologi ini masih berada di tahap prototipe, namun sesuai dengan tren inovasi di industri otomotif 2026. Selain riset di baterai organik, berbagai produsen juga tengah mengembangkan teknologi baru seperti baterai solid-state dan baterai sodium-ion untuk meningkatkan performa dan efisiensi EV di masa depan.