Ini yang Harus Dilakukan Setelah Mobil Menerjang Banjir

Setelah mobil menerjang banjir di jalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan komponennya agar mobil tetap prima dan kondisinya tetap stabil.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 13:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca hujan yang melanda di berbagai wilayah akhir-akhir ini menjadi hal yang perlu diwaspadai karena kerap menimbulkan banjir di sejumlah titik di jalan raya. Kondisi banjir yang menggenang di jalanan, tentu menimbulkan dilema bagi pengendara, tetap melaju atau berhenti dan mencari rute alternatif yang lebih aman. 

Tentu, bagi pengendara mobil yang mengutamakan waktu untuk sampai tujuan, kondisi jalanan banjir kerap dilalui begitu saja.

Pasalnya, pada beberapa kasus, setelah kendaraan menerjang banjir, mulai terasa berat dan mesin tidak lagi bekerja sehalus biasanya. 

Di kondisi inilah ground clearence mobil menjadi hal yang penting. Dalam situasi darurat, ground clearance tersebut dapat memberikan keuntungan tambahan ketika melewati genangan air dengan ketinggian tertentu. 

Namun, pengemudi tetap dianjurkan untuk menghindari banjir demi keselamatan dan menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Meski begitu, melewati genangan tetap memerlukan perhatian khusus. Setelah melalui kondisi ekstrem, pemeriksaan kendaraan sangat dianjurkan agar performanya tetap optimal dan komponen bekerja dengan baik untuk penggunaan berikutnya.

Lakukan langkah perawatan dasar setelah banjir, lalu lanjutkan dengan pengecekan profesional agar kendaraan Anda selalu dalam kondisi prima. 

Dilansir dari laman Mitsubishi Motors, ini hal-hal yang harus dilakukan setelah mobil menerjang banjir.

1. Jangan Menstarter Mesin

Saat mobil terendam atau baru selesai menerjang banjir, banyak orang refleks langsung menstarter mesin untuk memastikan kendaraan masih berfungsi. Langkah ini terlihat wajar, tetapi justru sangat berisiko.

Sebab, jika air sudah masuk ke ruang bakar atau sistem kelistrikan, memaksa mesin hidup dapat menyebabkan korsleting, water hammer, hingga kerusakan fatal.

Maka langkah terbaiknya adalah dengan mematikatikan semua kelistrikan, melepas aki, dan bawa mobil ke bengkel atau hubungi layanan teknisi.

2. Periksa Kondisi Oli 

Walaupun mobil tidak mogok saat melewati banjir, tetap ada kemungkinan air masuk ke pelumas. Campuran air pada oli tidak terlihat langsung, tetapi akan menyebabkan pelumasan tidak optimal dan merusak komponen mesin perlahan.

Untuk itu, pemilik kendaraan dianjurkan untuk mengecek warna dan tekstur oli, mengganti oli jika terlihat keruh atau kecokelatan, serta, lakukan penggantian lebih dari satu kali sampai benar-benar bersih dari air. 

Jika pemeriksaan ini terlewat, mesin bisa mulai mengeluarkan suara kasar dan performa menurun hingga akhirnya memerlukan turun mesin.

3. Bersihkan Kolong, Rem, dan Radiator

Setelah menerjang banjir, kerap kali kotoran seperti pasir dan lumpur terbawa di bagian kaki-kaki, kampas rem, hingga radiator mobil. Jika tidak dibersihkan, rem bisa lengket, radiator tersumbat, dan karat mulai muncul.

Langkah ideal yang bisa dilakukan ketika banjir surut adalah dengan mencuci kolong dan bagian bawah mobi, membersihkan sistem rem, mengecek kondisi kampas, cakram, atau tromol. 

Jika air masuk ke kabin dan membuat karpet dasar basah, segera keringkan, karena kondisi lembab bisa menimbulkan jamur, bau apek, hingga merusak perangkat elektronik yang berada di bawah lantai kabin.

Waspada Water Hammer dan Perangkat Elektrik Mobil

Water hammer merupakan kondisi ketika air masuk ke ruang bakar dan menghambat gerak piston. Meski tidak semua kasus water hammer membuat mobil langsung mogok, tetapi gejalanya dapat menimbulkan mesin brebet ringan atau tenaga berkurang.

Namun, jika dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan komponen seperti piston, connecting rod, maupun gasket kepala silinder dapat rusak. Pemeriksaan dini sangat membantu mencegah biaya perbaikan yang membengkak.

Tak hanya itu, periksa juga komponen kelistrikan pada mobil. Pasalnya, air dapat masuk melalui celah kecil di ruang mesin maupun interior.

Filter udara yang basah dapat membuat air ikut terhisap ke ruang bakar, sehingga mesin tidak bertenaga dan rawan rusak.

Begitu pula pada sekring dan soket listrik, karena korosi dapat muncul tanpa gejala awal. 

Sebaiknya lakukan pemeriksaan, pengeringan, dan penggantian jika diperlukan untuk memastikan sistem elektronik kembali bekerja normal dan tidak menimbulkan gangguan saat digunakan.