Perbedaan FWD dan RWD, Sistem Penggerak pada Mobil yang Punya Perbedaan Karakter

Dalam sistem mobil, seringkali kita menemukan istilah Drivetrain dengan kode FWD (Front Wheel Drive) atau RWD (Rear Wheel Drive). Meski terdengar sepele, tetapi karakteristik dari masing-masing sistem tersebut menentukan rasa berkendara.

Diterbitkan 16 Januari 2026, 13:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah kendaraan, seringkali menemukan istilah Drivetrain dengan kode FWD (Front Wheel Drive) atau RWD (Rear Wheel Drive). Perbedaan ini terletak pada letak penggerak roda juga bagaimana mobil mentransfer tenaga mesin ke aspal. 

Tak hanya itu, reaksi di tikungan,dan seberapa efisien mobil mengolah bahan bakar juga salah satu aspek yang berbeda pada istilah tersebut. 

Disitat dari laman Chery, berikut adalah perbedaan FWD dan RWD.

Sistem FWD atau penggerak roda depan merupakan konfigurasi yang paling umum ditemukan pada mobil penumpang modern, mulai dari City Car, Hatchback, hingga SUV. 

Cara kerjanya, yaitu mesin, transmisi, dan as roda penggerak semuanya terletak di bagian depan mobil. Roda depan memiliki tugas ganda sebagai pengendali arah (setir) sekaligus penyalur tenaga untuk "menarik" mobil.

Adapun kelebihan dari sistem FWD mencakup kabin yang lebih efisien karena tidak membutuhkan poros gardan yang panjang ke roda belakang, efisiensi bahan bakar karena bobot mobil bersistem FWD lebih ringan, dan traksi saat hujan karena bobot mesin menekan roda depan, sehingga ban memiliki cengkraman lebih baik. 

Adapun karakteristik berkendara yang sering dialami oleh pengendara bermobil FWD adalah kecenderungan ketika mobil dipacu ekstrem di tikungan adalah Understeer.

Ini adalah kondisi di mana mobil sulit berbelok dan cenderung meluncur lurus meski setir sudah dibelokkan, karena roda depan kehilangan cengkeraman akibat tugas ganda (menyetir dan menarik).

Penjelasan RWD

Sementara sistem RWD atau penggerak roda belakang adalah konfigurasi klasik yang kini lebih banyak diadopsi oleh mobil sport, sedan mewah, atau kendaraan niaga pengangkut beban berat.

Cara kerjanya, yaitu tenaga dari mesin atau motor listrik disalurkan ke roda belakang untuk mendorong mobil. Sementara, roda depan bertugas hanya untuk mengarahkan setir tanpa beban lain. 

Kelebihannya mencakup distribusi bobot yang lebih ideal karena komponennya tersebar, handling lebih tajam karena tugas menyetir dan menggerakkan terpisah, dan durabilitas bebas karena ketika mobil menanjak bobot pindah ke bagian belakang yang mengakibatkan mobil tangguh dalam tanjakan curam. 

Karakteristik RWD adalah saat bermanuver ekstrem adalah Oversteer. Ini kondisi di mana bagian buntut mobil "membuang" atau tergelincir ke luar tikungan karena roda belakang kehilangan traksi sementara roda depan masih mencengkeram.

Mana yang Lebih Baik?

Pada akhirnya, perbedaan  antara FWD dan RWD tidak memiliki pemenang mutlak karena keduanya dirancang dengan fungsinya masing-masing. 

Jika memprioritaskan efisiensi ruang kabin, keiritan bahan bakar, dan kenyamanan keluarga di jalanan perkotaan, maka mobil dengan penggerak FWD adalah pilihan yang paling logis dan ekonomis.

Namun, jika mencari sensasi berkendara yang sporty, keseimbangan bobot yang presisi, atau ketangguhan menanjak di medan yang lebih menantang, maka sistem RWD tetap memegang mahkota performa.