Menyoal Insentif Mobil Listrik yang Masih Menggantung, GAC AION Tunggu Kepastian

GAC AION sebagai produsen mobil listrik masih menunggu kepastian, meski telah memenuhi kewajiban produksi lokal.

Diterbitkan 07 Januari 2026, 19:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persoalan pemerintah terkait tidak lagi memperpanjang insentif mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang dijual di Indonesia dengan skema impor utuh pada 2026 masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pergerakan lebih lanjut dari pemerintah mengenai hal tersebut. 

Dilansir dari Antara, Senin (5/1/2026), CEO GAC Indonesia, Andry Ciu mengungkapkan pihaknya masih menunggu kejelasan terkait hal tersebut. 

"Saat ini GAC masih menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Rasanya, saat ini seluruh pemain EV juga menantikan kejelasan tersebut sebelum ada pergerakan lebih lanjut,” ujar Andry Ciu. 

Pasalnya, pada 2025, pemerintah telah menyalurkan subsidi yang cukup banyak bagi kendaraan listrik yang disebut bebas emisi tersebut. 

Subsidi seperti bea masuk dan keringanan PPnBM dan PPN diberikan oleh pemerintah tahun lalu  dengan ketentuan perusahaan penerima manfaat harus melakukan produksi dalam negeri 1:1 dari jumlah kendaraan CBU yang masuk ke pasar domestik. 

‎Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono meminta produsen otomotif yang telah menerima insentif impor BEV dalam bentuk utuh, guna memenuhi kewajiban produksinya dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai 2026. 

Ketentuan ini dilakukan oleh Kemeperin semata-mata untuk merealisasikan produksinya secara domestik.

Dimulai pada 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, para produsen wajib memproduksi mobil listrik di Tanah Air dengan jumlah setara kuota impor CBU dan harus menyesuaikan aturan TKDN yang sudah ditetapkan. 

"Dalam perjalanannya, perusahaan juga harus memperhatikan nilai, besaran nilai TKDN. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen besaran nilai TKDN," ujar Mahardi beberapa waktu lalu.

Optimistis GAC AION di Pasar Domestik

Buntut dari hal tersebut, GAC Indonesia merasa optimistis karena telah merealisasikan apa yang pemerintah Tanah Air impikan, yaitu membangun dan memproduksi mobil listrik di Indonesia dengan TKDN yang telah disepakati. 

“Namun kami cukup tenang, karena seluruh produk GAC di Indonesia sudah dirakit secara CKD di pabrik Indomobil Cikampek dengan TKDN di atas 40 persen,” tutur Andry Ciu. 

Pasalnya, terdapat beberapa model GAC yang telah meluncur di Indonesia, seperti Aion Y Plus, Aion V, Aion Hyptec HT, dan Aion UT.

Melihat dari laman resmi perusahaan, kendaraan tersebut masih memiliki harga yang sama atau belum mengalami perubahan hingga kini.