Tak Selalu Menguntungkan, Ini Risiko di Balik Penggunaan Aditif Oli Motor

Aditif oli motor disebut bisa meningkatkan pelumasan hingga menjaga performa mesin. Namun, jika digunakan berlebihan justru berisiko merusak. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Diterbitkan 27 Agustus 2025, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bahan aditif oli sering digunakan pemilik motor untuk meningkatkan kinerja oli mesin. Tujuannya agar pelumasan lebih optimal, performa mesin terjaga, hingga usia pakai komponen lebih panjang.

Namun, pemakaian aditif oli tidak selalu tanpa risiko. Jika digunakan berlebihan, justru bisa berdampak buruk pada mesin. 

Dilansir dari laman resmi Suzuki, Rabu (27/8/2025), berikut penjelasan lengkap mengenai fungsi, manfaat, hingga dampak penggunaan aditif oli pada motor.

Aditif oli merupakan bahan kimia khusus yang ditambahkan ke dalam oli dasar. Kehadirannya bertujuan meningkatkan fungsi utama oli, mulai dari melumasi komponen mesin, menjaga kebersihan, mendinginkan suhu, hingga melindungi dari gesekan.

Secara sederhana, aditif oli bekerja sebagai “penambah tenaga” agar oli bisa bekerja lebih maksimal dibanding oli biasa.

Manfaat Penggunaan Aditif Oli

1. Meningkatkan Pelumasan

Membuat gesekan antar komponen lebih halus sehingga mencegah keausan

2. Menstabilkan Oli

Mengurangi risiko oksidasi dan membuat oli lebih tahan lama

3. Membersihkan Mesin

Membantu oli membersihkan debu dan kotoran yang menempel

4. Menjaga Viskositas

Membuat oli tetap stabil meski dalam kondisi panas atau pemakaian lama

5. Mengendalikan Busa 

Meminimalkan busa berlebih saat oli bekerja sehingga fungsi pelumasan tidak terganggu

6. Mencegah Kontaminasi

Mengurangi dampak kotoran atau bahan lain yang tercampur ke dalam oli

7. Melindungi dari Karat

Membantu mencegah karat pada komponen mesin akibat oksidasi.

Dampak Negatif Jika Dipakai Berlebihan

1. Merusak Komponen Mesin

Kandungan kimia pada aditif bisa mempercepat kerusakan jika dipakai tidak sesuai takaran

2. Mengganggu Sirkulasi Oli

Aditif berlebih bisa membuat oli terlalu kental dan menghambat pelumasan

3. Mencemari Lingkungan

Oli bekas dengan kandungan aditif tinggi bisa merusak ekosistem jika dibuang sembarangan.

Tips Menggunakan Aditif Oli

1. Pilih produk aditif yang sesuai dengan jenis oli dan mesin motor

2. Gunakan sesuai takaran, jangan berlebihan

3. Konsultasikan dengan mekanik atau bengkel resmi sebelum mencampurkan aditif

4. Tetap gunakan oli berkualitas tinggi sebagai dasar, karena aditif tidak bisa menggantikan fungsi oli utama.

Aditif oli bisa memberikan manfaat besar bagi performa mesin motor, mulai dari pelumasan yang lebih baik hingga perlindungan ekstra pada komponen.

Namun, pemakaian yang tidak tepat justru bisa menimbulkan kerusakan dan membahayakan lingkungan.

Jadi, kuncinya adalah penggunaan sesuai rekomendasi, takaran yang pas, serta didukung oli motor berkualitas agar manfaat yang didapat maksimal.

Infografis Otomotif