Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Mitsubishi Colt L300 Bermesin Euro4 dan Volvo Tes Truk Hidrogen

Liputan6.com, Jakarta - Pikap legendaris Mitsubishi Colt L300 mendapatkan penyegaran dari sisi standar emisi. Ulasan lengkapnya dapat dibaca dalam artikel "Mitsubishi Hadirkan Generasi Baru Colt L300 Bermesin Euro4".

Selain itu, dua berita menarik lainnya adalah "Harga Beda Ratusan Ribu, Mending Daihatsu Sirion atau Rocky?" dan "Volvo Mulai Lakukan Pengujian Truk Berbahan Bakar Hidrogen". Berikut rangkumannya.

1. Mitsubishi Hadirkan Generasi Baru Colt L300 Bermesin Euro4

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melengkapi jajaran line-up Euro4 dengan menghadirkan new Colt L300 generasi baru. Pikap legendaris ini, mendapatkan penyegaran dari segi eksterior, interior, dan tentu saja mesin yang sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah terkait emisi Euro4.

Kehadiran new Colt L300 ini untuk memperkuat beragam keunggulan yang sama selama ini telah menjadi andalan bagi para pengusaha.

Baca selengkapnya di sini.

2. Harga Beda Ratusan Ribu, Mending Daihatsu Sirion atau Rocky?

Daihatsu Sirion generasi terbaru resmi diluncurkan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) beberapa waktu lalu. Pada penyegaran ini, Sirion disematkan berbagai perubahan di bagian tampilan dan fitur.

City car hatchback ini mengambil basis dari Perodua Myvi facelift di Malaysia, namun dengan penyesuaian improvement yang lebih cocok untuk orang Indonesia.

Baca selengkapnya di sini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

3. Volvo Mulai Lakukan Pengujian Truk Berbahan Bakar Hidrogen

Pasca memperkenalkan beberapa rangkaian truk listriknya, Volvo, kini memperluas visi mereka dengan melakukan terobosan baru. Pabrikan otomotif asal Swedia ini, kedapatan tengah melakukan uji coba terkait truk dengan bahan bakar hidrogen.

Meski hal ini terkesan baru bagi mereka, namun Volvo menolak informasi tersebut. Menurutnya, ini merupakan teknologi yang telah dikembangkan pada satu dekade terakhir. Program ini hadir untuk memperluas jangkauan kendaraan listrik dengan modifikasi sel bahan bakar yang memecah bensin menjadi gas hidrogen.

Baca selengkapnya di sini.