Sukses

Ekonomi Mulai Pulih, Caroline Bidik Penjualan Kendaraan Rp 500 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ekonomi yang bergerak pulih, mendorong perbaikan di segala lini bisnis, termasuk otomotif. Salah satunya, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), sebagai perusahaan lelang mobil dan motor dan jual beli mobil online, yang optimis pada 2022 dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik dibanding tahun lalu.

Hal tersebut, didorong dengan posisi yang kuat JBA sebagai pemain lelang kendaraan nomor 1 di Indonesia. Selain itu, Caroline juga diprediksi akan memberikan kontribusi yang positif, serta dicanankan dengan perluasan jaringan sebagai online-to offline (O2O) used car dealer di Indonesia.

Presiden Direktur ASLC, Jany Candra menjelaskan, pihaknya akan terus mengembangkan layanan dan jaringan di beberapa kota di Indonesia untuk menangkap peluang pasar yang masih sangat besar.

"Salah satunya, kami akan terus membuka dan meningkatkan jumlah cabang hingga mencapai 8 cabang pada tahun 2022 ini, serta kami juga mengenalkan identitas baru untuk Caroline," ujar Jany Candra, dalam keterangan resminya kepada Liputan6.com, kamis (12/5/2022).

Jany melanjutkan, perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga bisa menjadi penyedia layanan jual beli mobil bekas terbaik di Indonesia. Selain menggunakan logo baru, pihaknya juga mengusung tagline baru untuk Caroline yaitu, Jual Beli Mobil Bergaransi.

"Bagi pelanggan yang melakukan jual beli mobil melalui Caroline akan memperoleh berbagai keuntungan, mulai dari garansi mesin transmisi selama 1 tahun, garansi 5 hari uang kembali, kendaraan yang dijual lulus inspeksi 150 titik, serta kendaraan bebas terendam banjir dan bebas kecelakaan besar,” ujarnya.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

2 dari 2 halaman

Potensi Mobkas

Selain itu, melihat potensi pasar mobil bekas yang masih besar dan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional, ASLC optimis di tahun 2022 dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp500 miliar atau bertumbuh 182 persen dibanding tahun lalu.

Diharapkan perbaikan industri otomotif nasional, serta strategi dan inovasi bisnis yang dikembangkan dapat mendorong kinerja ke depan.

"Kami akan terus memperluas jaringan dan mengembangkan Caroline sebagai onlineto-offline (O2O) used car dealer di Indonesia. Pada tahun ini, kami menargetkan dapat menambah jumlah cabang untuk Caroline hingga 8 cabang di Indonesia," pungkasnya.