Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.236 kejadian bencana di Indonesia hingga 29 Oktober 2026. Bencana banjir menjadi salah satu kejadian yang banyak dilaporkan di sejumlah wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi kejadian bencana yang tercatat hingga Kamis, 29 Oktober 2026.
"Hari ini kita secara kumulatif mengumpulkan 2.236 kejadian bencana di Indonesia," ujar Berton dalam konferensi pers daring, Kamis (29/10/2026).
Advertisement
Berton menyebutkan, sejumlah kejadian bencana terkini yang dilaporkan BNPB meliputi banjir di beberapa wilayah Sumatra.
"Di mana, lima hari ini yang kami terima adalah banjir yang berasal dari Kabupaten Aceh Selatan di Provinsi Aceh, kemudian ada banjir di Langkat dan Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Sumatera Utara," sambung dia.
Selain banjir, BNPB juga menerima laporan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
"Untuk kali ini kami menyampaikan bahwa untuk karhutla saat ini, untuk enam provinsi tidak akan kami sampaikan lagi karena hari ini tidak ada lagi data yang kami terima adanya kebakaran di provinsi-provinsi tersebut," ucap Berton.
Sebelumnya, terdapat enam provinsi prioritas penanganan karhutla di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Berton menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikan, luas karhutla secara kumulatif di 10 provinsi lainnya mencapai 462 hektare.
"Kami akan sampaikan bahwa dari sepuluh provinsi yang lain ada secara kumulatif 462 hektare, di mana, 10 provinsi yang kami sampaikan ini adalah Kalimantan Timur ada 169 hektare, Sulawesi Tengah ada 85 hektare, Sulawesi Tenggara ada 56 hektare, Sulawesi Selatan ada 50 hektare, Maluku 31 hektare, Maluku Utara 23 hektare, Nusa Tenggara Timur 10 hektare, Gorontalo 4 hektare, Kalimantan Selatan ada 4 hektare, dan Jawa Timur ada 2 hektare," papar Berton.
Â
BNPB Tetap Siaga Operasi Modifikasi Cuaca
BNPB juga tetap menyiagakan armada untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah.
"Armada kita tetap siaga sebanyak 59 unit, di mana 59 unit ini ada yang masih disiagakan, serta ada juga yang tetap melakukan operasi modifikasi cuaca. Ada 40 dari BNPB, kemudian ada 15 dari TNI, dari Kementerian Kehutanan 1, Pemda 1, serta 2 dari PT ataupun Dunia Usaha," kata Berton.
Menurut Berton, operasi modifikasi cuaca masih dilakukan, terutama di tiga provinsi. BNPB telah menyemaikan sebanyak 22.600 kilogram dry ice maupun NaCl untuk mendukung operasi tersebut.
"Operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan, terutama di 3 provinsi. Kami akan menyampaikan ada 22.600 kilogram dry ice maupun NACL yang disemaikan. Ini tentu untuk memaksimalkan bagaimana kami memanen-panen hujan pada masa di mana potensi hujan sangat besar terjadi di wilayah Indonesia," sambung Berton.
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, BNPB menyemaikan dry ice dan NaCl sebanyak 11.700 kilogram melalui delapan sorti penerbangan.
"Kami menyemaikannya melalui 8 sorti. Kalimantan Selatan, kami semaikan tidak ada karena memang ada sasaran-sasaran tentu yang kami sudah ingin sampaikan, tetapi ada hujan lebat di sana. Kemudian di Sumatera Selatan, kami tetap melakukan 8 sorti dan sekitar 10.000 lebih kilogram untuk dry ice maupun NACL," kata Berton.
Dia mengatakan hujan telah turun di sejumlah wilayah. Menurut dia, salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370073/original/043104200_1791549729-IMG-20261009-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150515/original/026270800_1741076535-20250304-Banjir_Bekasi-AFP_1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383853/original/096436400_1793105646-a8fccf30-e5d8-4576-a676-e7efada589e6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383290/original/073835400_1793078681-IMG_20261027_110131_671.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9381502/original/048795500_1792823941-bnpb-catat-lebih-dari-20-000-hektare-hutan-dan-lahan-masih-terbakar-liputan-6-f1afba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381300/original/044402300_1792797943-IMG-20261016-WA0078.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373902/original/034669300_1791996069-Lampung_water_bombing_kahutla_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8139112/original/030104600_1780991318-1000025674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375629/original/098130300_1792189861-IMG_5115.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375418/original/087117900_1792145167-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_17.02.26.jpeg)