Menjelajah Dunia Lewat Buku di Atas Kapal Doulos Hope

Pengunjung dapat merasakan sensasi perpustakaan mengapung ini di pesisir Jakarta.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bukan laut yang menjadi tujuan para pengunjung Doulos Hope ketika menaiki kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka datang untuk menjelajahi dunia dengan cara yang berbeda, melalui buku-buku yang memenuhi ruang di dalam kapal.

Di antara lorong-lorong kapal, pengunjung berjalan perlahan, menelusuri rak demi rak untuk menemukan judul yang menarik perhatian. Sebagian datang karena memang telah mengetahui buku yang ingin dicari, sementara lainnya sekadar penasaran dengan kapal yang kini berfungsi sebagai perpustakaan berjalan.

Fia (28) termasuk pengunjung yang datang dengan tujuan tertentu. Perempuan yang memang gemar membaca itu ingin melihat koleksi Doulos Hope sekaligus mencari buku dari genre yang disukainya.

Langkahnya terhenti ketika menemukan sebuah novel yang ceritanya sudah lebih dulu ia kenal lewat film. Meski telah menyaksikan kisah tersebut di layar, Fia penasaran untuk menikmati cerita yang sama dalam bentuk tulisan.

“Ini sebenarnya sudah ada filmnya. Saya sudah pernah nonton. Tapi saya penasaran juga versi novelnya, jadi ya, itu sih salah satu alasan saya memang untuk cari-cari buku,” ujar Fia kepada Liputan6.com, Rabu (30/9/2026).

 

Antrean Mengular

Pengunjung lain datang dengan kebutuhan yang berbeda. Risma (32), yang berasal dari Malang, datang untuk mencari buku yang dapat menunjang kegiatan belajar murid-murid di sekolah Montessori tempatnya mengajar.

Namun, pencariannya tidak berhenti pada buku yang memang sejak awal ia butuhkan. Beberapa koleksi lain justru menarik perhatiannya, terlebih karena harga yang ditawarkan menurutnya cukup terjangkau.

“Saya takjub, apalagi harganya, murah-murah mulai dari Rp 25 ribu dan ini saya juga sudah ambil beberapa,” kata Risma.

Keramaian di dalam kapal juga menjadi pemandangan tersendiri bagi Risma. Di tengah antrean pengunjung yang mengular, ia melihat antusiasme masyarakat terhadap buku sebagai salah satu hal yang menarik dari kunjungannya ke Doulos Hope.

Bagi Bagus (26), warga Jakarta Timur yang bekerja di sektor pelayaran, daya tarik Doulos Hope justru bermula dari kapalnya. Ia mengetahui keberadaan kapal tersebut melalui media sosial dan kemudian memutuskan datang untuk melihatnya secara langsung.

“Saya belum pernah sebelumnya untuk menaiki kapal pelayaran seperti ini. Apalagi karena ini kapalnya kan perpustakaan berjalan. Dan sangat menarik untuk saya,” ujar Bagus.

Ketertarikannya kemudian berlanjut saat menjelajahi bagian dalam kapal. Bagus tidak hanya mengamati koleksi buku, tetapi juga memperhatikan suasana kapal, termasuk kru yang berasal dari berbagai negara serta beragam cinderamata yang tersedia.

 

Lebih dari Sekedar Buku

Doulos Hope memang menawarkan lebih dari sekadar buku. Sekitar 100 kru dari berbagai negara berada di kapal tersebut, sementara pengunjung juga dapat menikmati sejumlah kegiatan seperti bersantai di kafe dan menyaksikan pertunjukan musik.

Berbagai aktivitas itu melengkapi misi kapal untuk mendorong literasi sekaligus mempertemukan orang-orang dari latar belakang dan budaya yang berbeda.

Di tengah kesibukan Pelabuhan Tanjung Priok, Doulos Hope seolah menawarkan perjalanan dengan cara lain. Pengunjung tidak perlu meninggalkan Jakarta untuk melihat dunia, cukup menyusuri lorong kapal, membuka sebuah buku, dan membiarkan cerita membawa mereka ke tempat yang lain.

Doulos Hope bersandar di Dermaga Eks Presiden sejak 16 September hingga 11 Oktober 2026. Kehadirannya di Jakarta menjadi kunjungan pertama kapal sejenis setelah 38 tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6