Profil Gudfan Arif, Sekjen PBNU Periode 2026-2031

Gus Gudfan bukan nama baru dalam struktur PBNU.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 06:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada Rabu, 30 September 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

"Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan," ujar Gus Kikin dalam konferensi pers.

Dia menjelaskan, pemerataan yang dimaksud mencakup seluruh jajaran, mulai dari generasi awal hingga generasi akhir, serta berbagai lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Unsur Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda Ansor turut diperhatikan dalam penyusunan kepengurusan baru PBNU.

"Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan," papar Gus Kikin.

Susunan kepengurusan PBNU kemudian dibacakan secara lengkap oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Dalam struktur baru tersebut, sejumlah tokoh masuk ke jajaran pimpinan PBNU. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi salah satu Wakil Ketua Umum PBNU. Sementara itu, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla masuk dalam jajaran Mustasyar.

Adapun posisi Sekretaris Jenderal PBNU dipercayakan kepada H. Gudfan Arif Ghofur atau yang akrab disapa Gus Gudfan. Ia akan mendampingi Gus Kikin dalam menjalankan roda organisasi PBNU untuk masa khidmah 2026–2031.

 

Jejak Gus Gudfan

Gudfan bukan nama baru dalam struktur PBNU. Sebelum ditunjuk sebagai Sekjen, ia menjabat Bendahara Umum PBNU pada periode 2022-2027.

Ia sebelumnya masuk jajaran bendahara PBNU pada Januari 2022 dan pada Agustus tahun yang sama ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bendahara Umum. Pada 2023, Gudfan kemudian ditetapkan sebagai Bendahara Umum PBNU.

Pria yang juga dikenal sebagai Gus Gudfan itu merupakan putra KH Abdul Ghofur, pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan dasar hingga tsanawiyah di Lamongan, kemudian melanjutkan pendidikan tingkat aliyah di Pesantren Manbaul Ma'arif Denanyar, Jombang.

Setelah itu, Gudfan melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Darul Ulum Jombang. Ia juga tercatat pernah aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) saat masih duduk di tingkat tsanawiyah.

Di lingkungan NU, Gudfan pernah menjabat Bendahara Pimpinan Pusat Pagar Nusa pada masa khidmah 2012-2017 dan Bendahara Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur pada masa khidmah 2013-2018. Ia kemudian menjadi Penasihat RMI PWNU Jawa Timur periode 2018-2023 serta Penasihat Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor periode 2019-2023.

Di luar aktivitas organisasi, Gudfan juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia mulai menggeluti dunia bisnis sejak 2003 dan pernah memiliki posisi sebagai komisaris serta direksi di sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas, petrokimia, teknologi informasi dan telekomunikasi, serta pertambangan batu bara.

Pada 2024, ketika masih menjabat Bendahara Umum PBNU, Gudfan juga ditunjuk sebagai penanggung jawab pengelolaan usaha tambang PBNU.

Dengan pengalaman tersebut, Gudfan kini mendapat amanah sebagai Sekretaris Jenderal PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

 

Susunan Kepengurusan PBNU

Berikut susunan lengkap kepengurusan PBNU dipimpin Ketua Umum KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin masa khidmah 2026-2031:

Ketua Umum

- KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz

 

Wakil Ketua Umum

- Drs. H. Saifullah Yusuf

- Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron

- Prof. H. Ganefri, Ph.D.

- Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy

- KH. Abdul Ghoffar Rozin

- H. Irfan Asy'ari Sudirman Wahid

- H. Juri Ardiantoro 

 

Sekretaris Jenderal

- H. Gudfan Arif, S.IP.

 

Wakil Sekretaris Jenderal

- H. Nur Hidayat

- H. M. Silahuddin, M.H.

- H. S. Suleman Tanjung, M.Pd.

- H. A. Syarif Munawi, M.E., M.Sc.

- Drs. H. Lukman Khakim, M.Si.

- KH. Muhyidin Thohir, M.Pd.I.

- H. Lukman Umafagur, S.Hut., M.Si.

- Hari Usmayadi, M.Kom.

- H. Saiful Munir, S.H., M.Kn.

- H. Abdul Malik Haramain, M.Si.

- Dr. KH. Muhammad Shalahuddin A. Warits

- H. Faisal Saimima, S.E.

- Muhammad Khoironi, S.H., M.H.

- Dr. Itkonul Hakim

- Dr. KH. Muhammad Nur Hayid

- H. Fathurrohman Taufiq

- Dr. KH. Najiburrahman Wahid, M.A.

- Wahyudi Djafar, S.H.

- H. Ali Yusuf, M.Si.

- KH. Zaimul Umam Nur Salim

- H. Aminuddin Ma'ruf

- Dr. Ahmad Ali Fahmi, S.H., M.H.

- H. Idy Muzayyad, M.Si.

- Drs. H. Abdullah Latopada, M.A.

- Dr. Bahrul Fuad, M.A.

- H. Ghozi Al-Fatih

- H. Shofwan Erce

- H. Abdur Rohim Hasan

- H. Iwan Alamsyah, S.E.

- H. Aditya Wardhana

- H. Moh. Arwani Thomafi

 

Rais Aam

- KH. Miftachul Akhyar

 

Wakil Rais Aam

- KH. Nurul Huda Jazuli

- KH. Anwar Iskandar

- KH. Afifuddin Muhajir

- KH. Muhammad Musthofa Agiel Sirodj

- KH. Bahauddin Nur Salim

 

Rais

- KH. Anig Muhammadun

- Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.

- KH. Ubaidillah Faqih

- KH. Mudatsir Badruddin

- KH. Ahmad Sadid Jauhari

- KH. Abun Bunyamin

- KH. Abdullah Kafabihi Mahrus

- Prof. Dr. KH. Machasin

- Dr. KH. Abdul Ghafur Maimoen, M.A.

- Prof. Dr. KH. Zainal Abidin

- KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D.

- Dr. (H.C.) KH. Zulfa Mustofa

- KH. Mahfudz Asirun

- KH. Ahmad Azaim Ibrohimy, Ph.D.

- KH. Sholahudin Al

- Aiyub, M.Si.

- KH. Abdul Mogsith Ghazali, M.A.

- Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa

- KH. Ubaidillah Ruhiyat

- KH. Imam Buchori Cholil

- KH. Thontowi Djauhari Musaddad, Lc., M.A.

- KH. Ahmad Tajul Mafakhir

- KH. Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid

- Prof. Dr. H.M. Asrorun Niam Sholeh, M.A.

- KH. Abdul Wahid Zamas

 

Katib Aam

- Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA.

 

Katib

- KH. Sarmidi Husna, M.A.

- Dr. H. Juri Ardiantoro

- Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin

- KH. Taj Yasin Maimoen

- KH. Hilmy Muhammad, M.A.

- KH. Subhan Makmun

- Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A.

- KH. Hasan Nuri Hidayatullah

- Dr. H. Ikhsan Abdullah, S.H., M.H.

- KH. Abdurrozaq Sholeh

- Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin

- KH. Kholid Dawam Anwar, Lc., M.A.

- Dr. KH. Muhammad Adnan, Lc., M.A.

- KH. Zuhrul Anam Hisyam

- KH. Jejen Zarnuji

- KH. Fahim Royani

- KH. Abdul Latif Malik, Lc.

- KH. Ahmad Sudrajat, Lc., M.A.

- KH. Moh. Abdullah Rifan Nashir, Lc., M.Pd.I.

- Dr. H. Ismail Cawidu, M.Si.

- Prof. Dr. H. Idrus Alhamid, S.Ag., M.Si.

- Dr. KH. Mujib Qulyubi, S.Ag., M.H.

- KH. Syarif Chumas Asy

- Syawali

- KH. Mas Achmad Sa'dullah

- Abdul Alim

- KH. Mujiburrohman Ma'mun

- KH. Mahbub Ma'afi Ramdlan, M.Hum.

- Dr. H. Mohsen Alaydrus, M.M.

- KH. Salman Fuad Zain

- KH. Muhammad Yusron Sidqi, Lc., M.Ag.

- KH. Atok Romli Mustofha, M.Si.

- Dr. Ahmad Ubaidy Hasbillah, S.Th.I., M.A.

- K. Khairuddin Habzis, M.H.I.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6