Terungkap Penyebab Muncul Busa di Mulut Sutrimo

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan luka akibat kekerasan tajam maupun tumpul pada tubuh Sutrimo.

Diterbitkan 30 September 2026, 17:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Busa di mulut korban disebabkan edema paru akut.
  • Alm. Sutrimo meninggal karena penyakit jantung iskemik.
  • Tidak ditemukan tanda kekerasan atau racun, hanya kafein dan faktor risiko jantung.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Tim Ekshumasi jenazah Sutrimo, dr. Ahmad Yudianto, mengungkap penyebab munculnya busa di mulut korban. Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan edema paru akut.

"Sedangkan busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut," kata Yudianto kepada wartawan dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Yudianto menjelaskan, edema paru akut terjadi ketika terdapat cairan dan lendir di dalam paru-paru yang mengganggu saluran pernapasan hingga menyebabkan munculnya busa berwarna putih.

"Jadi berdasarkan dari temuan serta fakta-fakta dalam proses pemeriksaan ekshumasi dan autopsi, jadi bahwasanya meninggalnya Alm Sutrimo ini karena penyakit jantung iskemik," kata dia.

Hasil pemeriksaan juga tidak menemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul. Tim tidak menemukan patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan.

"Pada pemeriksaan, tidak ditemukan luka akibat kekerasan tajam maupun tumpul, serta tidak ditemukan adanya patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan," jelasnya.

 

Hasil Uji Toksikologi

Sementara itu, hasil pemeriksaan toksikologi terhadap organ tubuh dan sampel tanah dari sekitar lokasi pemakaman tidak menunjukkan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida.

Namun, tim menemukan adanya kandungan kafein pada sejumlah organ dan jaringan tubuh.

Temuan lainnya berkaitan dengan faktor risiko dan perubahan patologis pada sistem kardiovaskular. Di antaranya ditemukan tanda Frank sign berupa lekukan pada kedua cuping telinga, lemak abdomen yang tebal, serta dinding arteri koroner yang mengeras dan menebal.

"Serta ditunjang dengan pemeriksaan dari histopatologi di mana menunjukkan adanya penyempitan lumen arteri pembuluh arteria itu sampai mencapai sekitar 75 persen," katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6