Seluruh Bandara InJourney Airports Kembali Beroperasi Penuh Usai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Seluruh bandara InJourney Airports kembali beroperasi penuh setelah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemulihan layanan terus dilakukan.

Diterbitkan 09 September 2026, 23:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Sejumlah bandara yang sempat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kini kembali beroperasi penuh. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memastikan proses pemulihan operasional penerbangan terus dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Sebanyak delapan bandara sempat mengalami penutupan sementara sejak 6 September 2026 akibat sebaran abu vulkanik. Empat di antaranya merupakan bandara yang dikelola InJourney Airports.

Berdasarkan data periode 5-8 September 2026, dampak operasional terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Raden Inten II.

Secara keseluruhan, gangguan tersebut berdampak terhadap 4.174 penerbangan dan perjalanan 455.754 penumpang. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara dengan dampak operasional paling signifikan.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penumpang menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional selama erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, keputusan pembukaan kembali bandara dilakukan setelah melalui asesmen dan pemantauan kondisi abu vulkanik. Pemeriksaan juga mengacu pada informasi serta rekomendasi dari BMKG, AirNav Indonesia, VAAC Darwin, regulator, dan otoritas penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama kami. Setiap keputusan operasional dilakukan berdasarkan asesmen menyeluruh dan pemantauan berkala, dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik, hasil paper test, serta informasi dan rekomendasi dari BMKG, AirNav Indonesia, VAAC Darwin, regulator, dan otoritas penerbangan,” tegas Maya.

Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada 8 September 2026 pukul 00.30 WIB. Bandara lain yang sempat terdampak juga kembali dibuka secara bertahap setelah menjalani pemeriksaan keselamatan.

Hasil pengujian BMKG menunjukkan area bandara telah dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik.

Mitigas InJourney untuk Menjaga Konektivitas Penerbangan

Selama periode penutupan bandara melalui InJourney Airports mengimplementasikan berbagai strategi mitigasi guna menjaga konektivitas penerbangan nasional dan meminimalkan dampak terhadap mobilitas masyarakat.

Salah satu langkah utama adalah dengan melakukan pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara alternatif, seperti Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Kertajati.

Sementara, Bandara Kertajati menerima sejumlah penerbangan domestik maupun internasional yang dialihkan dengan dukungan konektivitas lanjutan menuju Jakarta melalui layanan DAMRI dan Whoosh. Sementara itu, YIA dipersiapkan sebagai bandara alternatif untuk melayani pesawat berbadan lebar dengan dukungan transportasi darat.

“Sebagai holding yang mengintegrasikan ekosistem aviasi dan pariwisata, peran kami bukan hanya memastikan bandara dapat kembali beroperasi, tetapi juga memastikan perjalanan masyarakat tetap terhubung. Ketika suatu bandara harus ditutup demi keselamatan, kami mengoptimalkan jaringan bandara lain beserta konektivitas transportasi darat agar mobilitas masyarakat tetap terjaga,” jelas Maya.

Respon Cepat Menghadirkan Service Recovery Activation (SRA) bagi Penumpang Terdampak

Di sisi pelayanan, InJourney Airports mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk mendukung penumpang selama periode gangguan operasional. Berbagai layanan yang diberikan meliputi penyediaan shuttle bus gratis di Bandara Soekarno Hatta, penyediaan makanan dan minuman ringan, area peristirahatan tambahan agar penumpang yang terdampak memiliki ruang yang lebih nyaman untuk beristirahat, posko siaga untuk pelayanan penumpang di setiap bandara.

Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya bagi penumpang yang memenuhi ketentuan pelayanan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama maskapai untuk memastikan penumpang memperoleh informasi sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan kembali beroperasinya seluruh bandara, InJourney memfokuskan untuk optimalisasi kualitas pelayanan dan penguatan kesiapsiagaan operasional guna memastikan kelancaran serta kenyamanan perjalanan penumpang. 

InJourney Airporta Tetap Perkuat Kesiapsiagaan

Dengan seluruh bandara kembali beroperasi, InJourney Airports kini berfokus pada pemulihan operasional sekaligus penguatan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perubahan kondisi ruang udara.

InJourney terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandar udara, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memantau kondisi ruang udara dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meski operasional penerbangan telah kembali berjalan, prinsip kehati-hatian tetap diterapkan. Sebab, sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik dan arah angin.

“Memasuki fase recovery dan normalisasi, fokus kami adalah mengurai seluruh dampak operasional dan mendukung mobilitas masyarakat kembali normal. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat pengguna jasa kami atas kesabaran dan pengertiannya selama operasional penerbangan mengalami penghentian sementara,” tutur Maya.

Lebih lanjut, Maya menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir di lapangan, memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholders serta memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta memastikan setiap perjalanan penumpang dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman.

 

(*)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6