Menjajal Fasilitas Air Minum Gratis di Stasiun

Penumpang senang fasilitas dispenser air gratis bikin kantong lebih hemat.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rizky (35) tampak buru-buru saat memasuki gerbang utama Stasiun Palmerah. Langkah kakinya begitu cepat dengan pandangan fokus ke depan.

Di jam pulang kerja, suasana nyaris di semua stasiun tak berbeda. Penuh sesak lautan manusia. Berlomba tiba lebih awal di area peron. Mencari posisi tepat agar perjalanan naik kereta lebih nyaman.

Meski tampak bergegas, Rizky rupanya tak sedang berburu perjalanan kereta lebih awal. Dia hanya tak sadar ingin membahasahi tenggorokan yang kering. Maklum saja, cuaca Jakarta memang sedang panas terik dan berdebu akhir-akhir ini. Baru saja menenggak minum, kerongkongan kembali haus asupan air mineral.

Dia langsung menuju mesin air warna putih yang tersedia sebelum masuk area peron. Botol air minum sigap diambil. Menurutnya, pilihan mengisi air dari mesin isi ulang lebih hemat ketimbang harus kembali mengeluarkan uang untuk membeli sebotol air mineral.

"Sangat membantu banget gitu, Mas. Terus di-refill lagi di sini," kata dia saat ditemui Liputan6.com, Kamis (6/8/2026).

Rizki adalah pengguna aktif Commuter Line. Setiap mulai beraktivitas, dia tak lupa membawa botol air minum kosong dari rumah. Botol itu akan diisi air ketika dia tiba di stasiun. Aktivitas serupa juga dia lakukan sebelum kembali naik kereta menuju rumah.

"Enggak usah beli. Kan kalau di minimarket itu harganya mahal," sambungnya.

Sejak beberapa bulan terakhir, stasiun-stasiun besar di pusat Jakarta menyediakan fasilitas dispenser air. Penumpang bisa bolak balik mengisi botol minuman tanpa harus membayar alias gratis.

Di Stasiun Palmerah, dispenser diletakkan tak jauh dari deretan tenant makanan dan minuman yang tampak berjajar. Pada kotak tersebut tertulis "Air Minum Gratis" dan "Air Minum Ini Telah Disterilisasi". Adapula pernyataan ajakan untuk mengurangi sampah plastik dengan membawa botol sendiri. Dalam kotak itu tersedia dua dispenser yang dapat dimanfaatkan para penumpang.

Beberapa orang terlihat hanya sekadar melewatinya, tapi sebagian lainnya berhenti beberapa detik untuk mengisi botol air minum yang dibawanya. Sesekali petugas terlihat memeriksa kondisi dispenser. Pengecekan ini guna memastikan kondisi mesin dapat berjalan dengan maksimal sehingga membuat penumpang juga lebih nyaman.

 

 

Bagi Rizki, fasilitas sangat membantu. Sepenglihatannya, setiap jam berangkat dan pulang kerja, biasanya ada satu dua orang mengantre di mesin dispenser tersebut.

"Biasanya ada saja yang antre antara jam 6 sampai jam 9. Terus jam 4 sampai malam," jelasnya.

Rizki menambahkan, fasilitas tersebut bukan sekadar menyediakan air minum semata bagi para penumpang. Tetapi menjadi langkah awal untuk mengurangi penggunaan plastik yang pada akhirnya berujung menjadi sampah.

"Iya, pengurangan sampah plastik, itu mah kan secara global (juga)," kata Rizki.

Kondisi serupa juga terlihat di Stasiun Tanah Abang. Titik air isi ulang ini tepat berada di pintu masuk dari Jalan Jati Baru Raya. Beberapa penumpang terlihat berhenti sejenak untuk mengisi ulang penuh botol minum mereka. Sayangnya, hanya satu mesin dispenser yang bisa dipakai. Satunya sedang dalam perawatan.

"Mohon maaf, untuk sementara dispenser tidak dapat digunakan, sedang dalam perawatan," tulisnya.

Meski disambut positif oleh banyak penumpang, fasilitas air minum isi ulang hingga kini belum tersedia di seluruh stasiun. Karena itu, Rizki berharap pihak KAI dapat menghadirkan fasilitas ini di setiap stasiun. Bahkan, di stasiun yang sudah memilikinya, ia berharap jumlah dispenser juga ditambah.

Air Terhubung Langsung dengan Jaringan PDAM

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengungkapkan, KAI Commuter telah menyediakan fasilitas air minum gratis atau water station di 43 stasiun wilayah Jabodetabek.

Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu upaya KAI Commuter memberikan kenyamanan dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna, sekaligus mendorong kebiasaan ramah lingkunhan dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

"Inovasi ini juga dalam mendukung program Environmental, social, and corporate governance (ESG) dan gerakan kampanye Green Commuter yaitu gerakan ramah lingkungan KAI Commuter dalam mendukung program keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai di area transportasi publik," kata Karina saat dihubungi Liputan6.com, dikutip Selasa (10/8/2026).

Penyediaan water stasion tidak dilakukan secara langsung dan serentak, melainkan bertahap. KAI Commuter memprioritaskan stasiun-stasiun yang dinilai memiliki volume pengguna tinggi, seperti stasiun transit maupun stasiun integrasi.

Berbeda dengan fasilitas air minum yang menggunakan galon, water station KAI Commuter terhubung langsung dengan jaringan air PDAM.

Karina menjelaskan, KAI Commuter belum memiliki data secara spesifik mengenai debit atau volume air yang digunakan setiap harinya. Hal ini karena pasokan air berasal langsung dari jaringan PDAM, kemudian dialirkan ke mesin filtrasi sebelum dapat dikonsumsi oleh penumpang.

"Untuk debit atau volume airnya karena dari PDAM langsung masuk ke mesin filtrasi. Ini tidak menggunakan galon atau wadah, tapi langsung dari saluran PDAM masuk ke mesin filtrasi," kata KAI Commuter.

Meski demikian, KAI Commuter memastikan bahwa air yang tersedia telah melalui proses sterilisasi dan memenuhi standar mutu air minum. Kualitas air juga telah diuji di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Untuk menjaga kualitas dan higienitas air, pengujian kualitas serta perawatan fasilitas juga dilakukan secara berkala dengan memenuhi 20 dari 20 parameter baku mutu, meliputi parameter mikrobiologi seperti Escherichia coli (E. coli) dan total bakteri coliform, parameter fisik seperti suhu, total dissolved solids (TDS), kekeruhan, warna, dan bau, serta berbagai parameter kimia lainnya," jelasnya.

Kehadiran water station ditargetkan tidak hanya ke beberapa stasiun saja. KAI Commuter berencana memperluas penyediaan water station hingga seluruh stasiun, terlebih mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.

Karina mengatakan, fasilitas serupa juga telah hadir di sejumlah wilayah operasional Commuter Line lainnya, seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

"Fasilitas ini mendapatkan respons yang positif dari pengguna Commuter Line. Tentunya KAI Commuter telah merencanakan pemenuhan ini di seluruh stasiun," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6