IMX 2026 Hadirkan Legenda Drift Jepang hingga Mobil Modifikasi Ikonik

IMX 2026 kembali menjadi ruang bertemunya para modifikator, builder, brand otomotif, kolektor, hingga pelaku industri kreatif

Diterbitkan 30 September 2026, 06:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Industri modifikasi dan gaya hidup otomotif Tanah Air kembali bersiap menyambut gelaran berskala internasional. Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 resmi mengusung tema "Next Gen Culture" dan akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Hall ICE BSD City, Tangerang, Banten.

Memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan sejak pertama kali digelar pada 2018, IMX 2026 kembali menjadi ruang bertemunya para modifikator, builder, brand otomotif, kolektor, hingga pelaku industri kreatif.

Tahun ini, IMX tidak hanya menghadirkan karya modifikasi dari builder lokal, tetapi juga membawa sejumlah nama besar dari dunia otomotif internasional. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem modifikasi otomotif global.

Project Director IMX, Andre Mulyadi, mengatakan penyelenggaraan tahun kesembilan menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan karya modifikator Indonesia di level internasional.

"IMX 2026 bukan sekadar pameran otomotif, tetapi panggung pembuktian bahwa karya modifikator Indonesia telah berdiri sejajar sekelas builder dunia," ujar Andre dalam keterangan resminya pada Press Conference IMX 2026, Selasa (29/9/2026).

Ia menambahkan, IMX 2026 akan mempertemukan legenda otomotif, builder dunia, brand global, mobil ikonik, serta berbagai kolaborasi internasional.

Salah satu daya tarik utama IMX 2026 adalah kehadiran tiga legenda drift Jepang yang dikenal sebagai Three JDM Legends. Ketiganya adalah Keiichi Tsuchiya atau Drift King, Nobuteru Taniguchi, dan Max Orido.

Kehadiran nama-nama tersebut akan memberikan warna tersendiri bagi pengunjung, khususnya pencinta budaya JDM dan olahraga drifting.

Tidak hanya legenda drift, IMX 2026 juga menghadirkan sejumlah tuner dan perancang bodykit ternama. Beberapa di antaranya adalah Kei Miura dari Pandem Japan, Hironao Yokomaku dari VeilSide, Takahiro Ueno dari Vertex, Toshiya Ichiraku dari RWB Japan, hingga Takahiro Kataoka dari Kuhl Racing.

Nama The Big Mike dan Musa Musartwork juga dijadwalkan ikut meramaikan ajang tersebut. Dari dunia drifting, pengunjung juga dapat menyaksikan aksi drifter wanita Maaya Orido dan Sara Choi.

Ekosistem modifikasi di IMX 2026 turut diperkuat oleh kehadiran sejumlah Car Brand Partner. Beberapa pabrikan yang berpartisipasi antara lain Wuling, Toyota, Omoda & Jaecoo, Daihatsu, Jetour, dan BYD.

Masing-masing brand akan membawa lini kendaraan andalan sekaligus menampilkan berbagai kolaborasi modifikasi di panggung IMX 2026.

Kehadiran pabrikan tersebut juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara industri otomotif dengan dunia modifikasi dan gaya hidup.

 

World Premiere Mobil Modifikasi & Koleksi Diecast

Tidak hanya mobil modifikasi, IMX 2026 juga menawarkan sejumlah produk lifestyle dan diecast eksklusif berskala 1:64.

Salah satunya adalah Mini GT AE86 Keiichi Tsuchiya "Shokunin Green". Model ini menggunakan casting baru yang diperkenalkan perdana secara global dan ditawarkan dalam bundling bersama kaus edisi terbatas dengan harga Rp 1,2 juta.

Kemudian terdapat Garasi Drift x Musart Lamborghini Murcielago Pairs Set (Error Resin). Produk tersebut hanya diproduksi sebanyak 250 pasang dan dibanderol Rp 3,5 juta.

Diecast ini juga menjadi bagian dari peluncuran unit fisik Drift Bull Lamborghini Murcielago.

Koleksi berikutnya adalah Tarmac Toyota Aristo NOB Vertex, menggunakan warna merah khas mobil Nobuteru Taniguchi. Diecast tersebut ditawarkan secara eksklusif dengan harga Rp450 ribu.

Sementara itu, kolektor juga dapat memburu Hot Wheels Convention Car 2026 Nissan Skyline GT-R BNR34. Model khusus Asia Pasifik ini hadir dengan ornamen batik ikonik pada kemasan blister.

Panggung utama IMX 2026 juga akan menjadi lokasi peluncuran sejumlah mobil modifikasi yang diperkenalkan untuk pertama kalinya.

Beberapa proyek yang dijadwalkan tampil antara lain Daihatsu Ayla Turbo karya Motomobi, Toyota 86 Result Japan milik Arief Muhammad, Subaru BRZ Kuhl Racing dari Ziko Garasi Drift, BYD Atto 1 karya Ridwan Hanif, hingga Porsche 964 RWB x VonDutch.

Deretan mobil tersebut menjadi salah satu agenda yang dinantikan karena mempertemukan basis kendaraan berbeda dengan kreativitas modifikator dan kreator otomotif Tanah Air.

Bagi pencinta aksi drifting, IMX 2026 juga menghadirkan program IMX Underground Drift. Program ini akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 pukul 19.00-21.00 WIB di area basement Hall 1 dan 2 ICE BSD.

Pengunjung dapat menyaksikan aksi drifting profesional tanpa harus membayar tiket tambahan. Namun, akses ke area tersebut tetap dibatasi sesuai kapasitas dan ketentuan keselamatan.

 

Tiket IMX 2026 & Supergiveaway

Antusiasme pengunjung juga akan diramaikan program IMX Supergiveaway GH Style Toyota Kijang.

Satu unit Toyota Kijang klasik yang telah mendapatkan sentuhan modifikasi penuh hasil kolaborasi Gofar Hilman dan NMAA akan menjadi hadiah utama untuk pengunjung yang beruntung.

Program tersebut menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi pengunjung yang datang ke IMX 2026.

Bagi masyarakat yang ingin menghadiri Indonesia Modification & Lifestyle Expo 2026, tiket On The Spot (OTS) tersedia mulai dari Rp100.000.

Khusus nasabah pengguna layanan perbankan BCA, tersedia penawaran potongan harga hingga 50 persen.

Dengan berbagai program yang disiapkan, IMX 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran mobil modifikasi, tetapi juga mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem otomotif, mulai dari builder, pabrikan, kreator, kolektor hingga komunitas.

Penyelenggaraan IMX 2026 juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf/Bekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menilai industri otomotif dan modifikasi memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta perputaran ekonomi nasional.

Menurutnya, pengerjaan satu mobil modifikasi dapat melibatkan sekitar lima hingga 10 orang tenaga kerja.

"Dampak ekonomi kreatif untuk otomotif dari tahun ke tahun semakin terasa, salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja. Pengerjaan satu mobil saja bisa melibatkan 5 sampai 10 orang tenaga kerja, yang tentunya menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan," ujarnya.

Dukungan tersebut sekaligus memperkuat posisi industri modifikasi sebagai salah satu bagian dari sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang di Indonesia.