Kronologi Seorang Dosen Dibunuh di Kompleks Perumahan

Kasus kematian dosen berinisial AS terbongkar setelah keluarga berupaya menghubungi korban.

Diterbitkan 30 September 2026, 06:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kesunyian malam di kawasan perumahan sejuk Berastagi, Kabupaten Karo, mendadak berubah menjadi panggung drama penuh duka yang mencekam. Sebuah misteri besar menyelimuti kediaman seorang perempuan berinisial AS (38), yang sehari-hari dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi sebagai dosen Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe.

Tragedi ini bermula dari rasa curiga yang mendalam ketika keluarga mendapati korban sama sekali tidak dapat dihubungi sejak Jumat (25/9/2026) malam.

Dering telepon yang tak berbalas berubah menjadi kepanikan nyata tatkala keluarga memutuskan mendatangi rumah korban, dan mendapati hunian tersebut terkunci rapat tanpa ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

Ketakutan terbesar keluarga akhirnya menjadi kenyataan pahit saat pintu rumah berhasil dibuka paksa.

Di balik pintu kamar mandi, korban ditemukan terbujur kaku tak bernyawa, meninggalkan luka mendalam serta tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik tembok rumah tersebut.

Penemuan jenazah yang mengenaskan ini seketika menggemparkan warga sekitar dan langsung dilaporkan kepada kepolisian, memicu dimulainya perburuan kilat untuk mengungkap tabir kejahatan yang merenggut nyawa sang dosen.

Gerak cepat aparat penegak hukum tidak membutuhkan waktu lama untuk membuahkan hasil.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Karo, Selasa (29/9/2026) suasana tegang terasa ketika jajaran kepolisian membeberkan detik-detik penangkapan para pelaku.

Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Hizkia Siagian dan Kasi Humas AKP Pedoman Maha memaparkan bagaimana tim gabungan dari Satreskrim Polres Karo dan URC Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut meringkus dua tersangka berinisial AFR (25) dan MRS (37) di persembunyian mereka di wilayah Jermal, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (27/9/2026) dini hari.

Fakta-fakta mengejutkan pun mulai terkuak dari balik penyelidikan mendalam yang dilakukan penyidik, menambah unsur dramatis dalam kasus ini.

Tersangka ternyata tidak datang sebagai orang asing yang meraba-raba kegelapan, melainkan seseorang yang diduga pernah bekerja di kawasan perumahan tersebut, sehingga sangat memahami seluk-beluk situasi dan kondisi lingkungan korban.

Niat awal para pelaku yang semula hanya ingin melakukan pencurian berubah menjadi tindakan brutal penuh kekerasan ketika keberadaan mereka secara tidak sengaja diketahui oleh korban.

Dalam situasi panik dan gelap mata, para pelaku menghabisi nyawa korban sebelum akhirnya melarikan diri dengan membawa harta benda serta kendaraan milik korban.

"Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kasus ini merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban, dan kedua tersangka saat ini sudah kami amankan untuk diproses hukum lebih lanjut," tegas Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho.

Di tangan kepolisian, lingkaran hitam kejahatan ini perlahan mulai dikunci rapat melalui sejumlah barang bukti krusial yang berhasil diamankan dari tangan tersangka.

Mulai dari kendaraan milik korban, uang tunai, telepon seluler, jam tangan, dokumen serta kunci kendaraan, perhiasan berkilau yang menjadi rampasan, hingga pakaian yang diduga kuat dikenakan para pelaku saat melancarkan aksinya kini telah disita sebagai alat bukti yang tak terbantahkan.

Kendati para pelaku telah berhasil dibekuk, kepolisian memastikan bahwa penyelidikan belum usai karena penyidik masih terus mendalami setiap petunjuk guna mengurai seluruh rangkaian peristiwa secara utuh serta mengantisipasi kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara keji ini.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi atau isu yang belum dipastikan kebenarannya terkait kasus ini, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan hukum ini kepada pihak kepolisian," pungkas Kapolres menutup keterangan pers dengan nada tegas.