Motif Teror Bom SD Srengseng Sawah 15: Tersinggung Ucapan Guru

Polisi mengungkap motif pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 20:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • MY teror bom SDN Srengseng Sawah, tersinggung ucapan guru soal biaya seragam.
  • Pelaku merasa direndahkan terkait kondisi keuangan untuk seragam anaknya.
  • Keluarga MY diungsikan, anak tidak lagi sekolah di SDN Srengseng Sawah.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap motif di balik aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku berinisial MY diduga nekat melakukan teror karena tersinggung dengan ucapan guru terkait biaya seragam sekolah anaknya.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian, kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu'," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Menurut polisi, MY mengaku mendengar ucapan tersebut saat berbincang dengan salah seorang guru di sekolah. Sebagai orang tua murid, ia merasa tersinggung hingga nekat melakukan aksi teror. Namun, pelaku mengaku tidak menyangka tindakannya akan menimbulkan kehebohan.

Di sisi lain, istri dan dua anak MY kini telah diungsikan oleh keluarga. Anak pelaku juga tidak lagi bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi setelah kasus tersebut terungkap.

Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Anton Sianipar, mengatakan istri dan kedua anak MY untuk sementara tinggal di rumah orang tua dari pihak istri.

"Anak pelaku dan istrinya saat ini sudah tidak tinggal lagi di lingkungan RT 03 RW 04, sudah diungsikan pihak keluarga di rumah orang tua dari pihak perempuan," kata Anton Sianipar saat ditemui di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu.

Anton menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan pascainsiden teror bom.

Menurut dia, langkah itu dilakukan untuk menghindari trauma yang mungkin dialami istri dan kedua anak pelaku akibat situasi di lingkungan sekitar.

"Dia setelah kejadian itu anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN Srengseng Sawah itu, jadi belum didampingi pihak kepolisian atau Komisi Perlindungan Anak," ucapnya.

 

Kronologi

Sebelumnya, kepolisian mengungkap aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7), bermula dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru saat upacara hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pesan tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU). Mereka kemudian melaporkannya kepada kepolisian yang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

Dalam pesan itu, peneror mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6