Pramono Ancam Coret Penerima Bansos yang Curi Fasilitas Publik

Fasilitas publik dibangun untuk kepentingan masyarakat sehingga harus dijaga bersama, bukan dirusak atau diambil untuk kepentingan pribadi.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI tidak toleransi pencurian/perusakan fasilitas publik di Jakarta.
  • Pelaku penerima bansos akan dicabut fasilitasnya jika terbukti merusak.
  • OPD diinstruksikan segera perbaiki fasilitas umum yang rusak, terutama lift.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap pelaku pencurian maupun perusakan fasilitas publik di Jakarta.

"Kalau memang kemudian orang yang mengambil itu bisa kita ketahui, apalagi kalau dia, misalnya penerima bansos atau penerima fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, saya tidak akan kompromi, kita tidak akan berikan kepada yang bersangkutan," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan fasilitas publik dibangun untuk kepentingan masyarakat sehingga harus dijaga bersama, bukan dirusak atau diambil untuk kepentingan pribadi.

Sebagai kota dengan jumlah penduduk lebih dari 11 juta jiwa, kata dia, Jakarta menghadapi tantangan dalam menjaga seluruh aset dan fasilitas umum agar tetap berfungsi dengan baik.

"Inilah bagian dari kota yang penduduknya lebih dari 11 juta. Tentunya, tidak semuanya yang sudah kita persiapkan itu terjaga dengan baik," ujar Pramono.

Dia pun memastikan telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera memperbaiki setiap fasilitas umum yang mengalami kerusakan, terutama lift pada halte maupun fasilitas penyeberangan.

"Padahal, saya sudah meminta kepada semua OPD, kalau ada kerusakan lift, segera diperbaiki," tutur Pramono.

 

Minta Personel Lakukan Pengecekan

Terkait laporan lift yang belum berfungsi di Halte Senayan, dia mengatakan segera meminta dinas terkait untuk melakukan pengecekan.

Sementara itu, lift di sejumlah lokasi lain yang sebelumnya mengalami gangguan disebutnya telah kembali beroperasi.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menanggapi laporan mengenai sejumlah fasilitas publik yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi, di antaranya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean yang rusak setelah tertabrak truk pengangkut alat berat, lift di sejumlah halte Transjakarta yang dilaporkan tidak beroperasi, serta hilangnya kamera pengawas (CCTV) di beberapa lokasi akibat dugaan pencurian.

"Yang Senayan saya belum tahu, ya, nanti saya minta untuk dicek. Tetapi yang lain-lain rasanya sekarang ini liftnya sudah jalan, termasuk yang dulu dikhawatirkan di Sarinah, kemudian di beberapa tempat," ungkap Pramono. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6