Konsorsium Indonesia-China Garap Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Sejumlah konsorsium Indonesia dan China ditunjuk sebagai mitra pengembang dan pengelola delapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua.

Diterbitkan 16 Juli 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Konsorsium Indonesia-China ditunjuk mengelola 8 proyek PSEL tahap kedua.
  • Keterlibatan perusahaan WtE terkemuka dunia menunjukkan kepercayaan investasi di Indonesia.
  • Proyek ini mempercepat transfer teknologi dan memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah konsorsium perusahaan Indonesia dan China ditunjuk sebagai mitra untuk pengembang dan pengelola fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua yang mencakup delapan wilayah aglomerasi, menurut pengumuman terbaru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia pada Senin 13 Juli 2026.

Beberapa konsorsium yang ditunjuk tersebut di antaranya kemitraan antara China Everbright Environment Group Ltd., PT Harmoni Development Indonesia, dan PT Bioregen Enviro Tech di proyek PSEL Kabupaten Bekasi.

Selain itu juga terdapat konsorsium antara PT Chandra Waste Energy dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc yang ditunjuk menggarap fasilitas PSEL Serang Raya.

"Keterlibatan perusahaan pengolah sampah menjadi energi listrik (Waste-to-Energy/WtE) terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi," ujar CEO PT Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir dalam keterangannya melansir Antara, Rabu 15 Juli 2026.

"Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia," sambung dia.

Menurut Pandu, dari total delapan proyek PSEL yang diumumkan pada tahap kedua ini, setidaknya enam di antaranya melibatkan perusahaan China baik sebagai mitra teknologi maupun pemimpin konsorsium.

 

Perusahaan Lainnya

Pandu menjelaskan, perusahaan China lainnya, yakni Tianjin Teda Environmental Protection Co., Ltd. akan bermitra dengan PT Pertamina Power Indonesia dan CITICC International Investment Limited di fasilitas PSEL Yogyakarta Raya.

"Sementara itu, PSEL Bogor Raya 2 akan digarap oleh PT Mega Power Mandiri dan Cevia Enviro Inc, perusahaan WtE asal Provinsi Henan, China," ucap dia.

Shanghai SUS Environment Co., Ltd., melalui anak usahanya, SUS Indonesia Holding Limited, akan terlibat di dua proyek PSEL, yakni di Lampung Raya dan Surabaya Raya, melalui kemitraan dengan tiga perusahaan lokal.

"SUS bukanlah nama baru di industri WtE Indonesia karena perusahaan ini juga tengah menggarap proyek PSEL Kota Makassar," jelas Pandu.

Selain beberapa perusahaan WtE China tersebut, terdapat dua perusahaan lainnya yang lebih dulu ditunjuk dalam seleksi tahap pertama, yakni Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. di fasilitas PSEL Denpasar Bali dan Bogor Raya 1, serta Wangneng Environment Co., Ltd. di PSEL Kota Bekasi.

Sementara itu, Direktur Investasi DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Danera) Fadli Rahman menambahkan, seluruh tahap seleksi pemilihan mitra operator PSEL telah dilakukan secara objektif melalui sejumlah penilaian mulai dari aspek kredensial proyek PSEL, kemampuan finansial, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.

"Danera merupakan bagian dari Danantara yang berfokus pada pengembangan PSEL. Selanjutnya, masing-masing mitra terpilih wajib memenuhi persyaratan untuk memperoleh Final Letter of Award, termasuk penyusunan studi kelayakan, finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan, penyelesaian dokumen komersial, serta perolehan komitmen pembiayaan," jelas Fadli.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6