Gelombang Panas Bikin XPeng X9 Mendadak Amblas

Sejumlah pemilik XPeng X9 mengaku kendaraan mereka mengalami kebocoran pada sistem suspensi udara

Diterbitkan 16 Juli 2026, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik premium XPeng X9 menjadi sorotan di China setelah sejumlah pemilik melaporkan gangguan pada sistem air suspension saat wilayah Chongqing dilanda gelombang panas ekstrem. Keluhan tersebut memicu kekhawatiran karena beberapa kendaraan disebut mengalami penurunan bodi secara tiba-tiba ketika sedang digunakan.

Dilansir Carnewschina, sejumlah pemilik XPeng X9 mengaku kendaraan mereka mengalami kebocoran pada sistem suspensi udara.

Akibatnya, salah satu sisi mobil atau bahkan seluruh bodi turun sehingga kendaraan tidak dapat melaju secara normal. Beberapa pengguna menduga suhu lingkungan yang sangat tinggi menjadi pemicu munculnya masalah tersebut.

Menanggapi berbagai laporan tersebut, layanan pelanggan XPeng menjelaskan bahwa sistem air suspension memiliki fitur thermal protection atau perlindungan terhadap panas berlebih.

Menurut penjelasan perusahaan, ketika pengaturan ketinggian suspensi dilakukan terlalu sering, baik secara manual maupun otomatis saat kendaraan melaju dalam kondisi cuaca panas, kompresor air suspension berpotensi mengalami overheat.

Jika kondisi itu terjadi, layar kendaraan akan menampilkan peringatan bahwa kompresor suspensi mengalami panas berlebih sehingga tidak dapat melakukan penyesuaian ketinggian.

XPeng menyarankan pemilik kendaraan segera menghentikan mobil di lokasi yang aman dan menunggu hingga suhu kompresor kembali normal. Setelah dingin, sistem disebut dapat kembali beroperasi seperti biasa.

Namun demikian, perusahaan belum memberikan penjelasan terkait dugaan kebocoran udara maupun kasus bodi kendaraan yang amblas secara tiba-tiba.

Masalah yang dikeluhkan pemilik ternyata tidak hanya terjadi sekali. Salah satu pemilik XPeng X9 EREV Max mengaku gangguan pada sistem air suspension sudah muncul ketika odometer baru menunjukkan 1.552 kilometer.

Setelah diperbaiki, masalah serupa kembali terjadi saat kendaraan menempuh sekitar 2.500 kilometer. Pemeriksaan di pusat servis menemukan adanya hubungan arus pendek pada inverter motor serta sekring yang putus.

 

Isu Serupa Muncul Sejak Tahun Lalu

Pemilik kendaraan tersebut mengaku kecewa karena mobil yang baru digunakan sekitar lima bulan harus bolak-balik masuk bengkel. Ia juga mengklaim pihak bengkel menolak menandatangani laporan hasil pemeriksaan kerusakan.

Laporan mengenai gangguan air suspension XPeng X9 sebenarnya bukan pertama kali muncul.

Sejak pertengahan 2025, sejumlah pengguna di media sosial China telah membagikan pengalaman serupa, bahkan beberapa anggota komunitas pemilik XPeng mengaku puluhan kendaraan mengalami gejala yang sama.

Hingga kini, XPeng belum mengumumkan investigasi resmi, program perbaikan massal, maupun penarikan kembali (recall) terkait keluhan tersebut.

Sebagai informasi, XPeng X9 merupakan MPV listrik premium tujuh penumpang yang pertama kali meluncur pada awal 2024.

Model ini juga tersedia dalam varian Extended Range Electric Vehicle (EREV) serta versi listrik murni (BEV).

Pada semester pertama 2026, penjualan kumulatif XPeng X9 di pasar China tercatat mencapai 13.324 unit.