Perebutkan 2 Ribu Posisi, 100 Ribu Orang Serbu Program Padat Karya Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mencatat 100 ribu pelamar mendaftar Program Padat Karya untuk memperebutkan 2.843 lowongan kerja yang dibuka secara bertahap.

Diterbitkan 21 Juni 2026, 18:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 100 ribu pendaftar telah melamar pekerjaan melalui Program Padat Karya.

Skema rekrutmen ini dibuka sebagai bagian dari bantalan sosial guna memperluas kesempatan kerja bagi warga ibu kota yang membutuhkan tambahan penghasilan.

“Sudah dibuka 37 lowongan pekerjaan dan per hari ini ada 100 ribu pendaftar,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Marulina menjelaskan bahwa pendaftaran Program Padat Karya tahap pertama ini akan segera ditutup pada 25 dan 26 Juni 2026. Selanjutnya, pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Juni 2026, yang sekaligus menandai dibukanya pendaftaran untuk tahap kedua.

Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan sebanyak 2.843 lowongan kerja melalui program ini.

Proyek berkala tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar kegiatan pembangunan dan pemeliharaan kota dapat memberikan manfaat ekonomi secara instan kepada masyarakat di tingkat akar rumput.

 

Status Kerja Peserta Bukan PJLP

Terkait mekanisme kerja, para peserta program nantinya akan bekerja melalui pihak ketiga atau pelaksana proyek pada masing-masing kegiatan di lapangan.

Pemprov DKI menggarisbawahi bahwa para pelamar ini tidak direkrut dalam skema pengangkatan pegawai resmi jajaran Pemprov DKI Jakarta maupun Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Terdapat empat perangkat daerah utama yang membuka kesempatan kerja di sektor padat karya kali ini.

Keempat instansi tersebut meliputi Dinas Bina Marga, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menanggapi tingginya animo masyarakat, Pemprov DKI menegaskan bahwa seluruh proses seleksi program Padat Karya ini dilakukan secara transparan dan terbuka. Langkah pengawasan ketat dipastikan berjalan di setiap tahapan sehingga tidak ada ruang bagi terjadinya praktik kecurangan atau titipan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6