Demo Cipayung Menggugat di DPR Memanas, Massa dan Aparat Sempat Tegang

Ketegangan sempat mencuat saat aparat kepolisian menghalangi rencana massa aksi yang hendak membakar ban di depan gerbang utama.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aksi Cipayung Menggugat di DPR/MPR memanas karena upaya bakar ban dihalangi polisi.
  • Massa menuntut Prabowo-Gibran mundur karena dianggap gagal mengelola pemerintahan.
  • Demonstrasi berlanjut di tengah hujan, dikawal ketat, namun situasi kondusif.

Liputan6.com, Jakarta - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa yang menamakan diri Cipayung Menggugat di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), berlangsung panas. Massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi sempat terlibat adu mulut sengit ketika para demonstran hendak melakukan aksi bakar ban.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan massa mulai berkumpul dan memadati kawasan gerbang utama DPR/MPR sekitar pukul 14.10 WIB.

Mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan serta bergantian menyampaikan orasi politik dari atas mobil komando yang dibawa ke lokasi unjuk rasa.

Situasi di lapangan mulai memanas ketika beberapa perwakilan massa terlihat meletakkan ban sepeda motor di depan mobil orator untuk bersiap dibakar. Langkah tersebut dengan cepat dihalangi oleh petugas kepolisian yang bersiaga. Seorang anggota polisi berpakaian preman kemudian mencoba berdialog dengan perwakilan massa agar pembakaran ban tidak dilakukan, namun pembicaraan tersebut justru berjalan dengan nada tinggi.

Tak lama berselang, perdebatan itu memicu emosi sebagian besar peserta aksi lainnya hingga adu mulut antara massa dan petugas tidak terhindarkan. Massa menolak keras larangan tersebut dan mempertanyakan tindakan aparat yang dinilai menghalangi hak mereka, sehingga suasana di depan gerbang parlemen sempat mencekam.

Beruntung ketegangan tersebut tidak sampai berujung pada kericuhan fisik yang meluas. Koordinator lapangan dari pihak demonstran segera turun tangan untuk meredam emosi para peserta aksi, sehingga situasi yang sempat memanas akhirnya dapat dikendalikan kembali.

Di tengah guyuran hujan deras yang membasahi kawasan Senayan, massa aksi terlihat tetap bertahan untuk melanjutkan demonstrasi mereka. Sambil berdiri di bawah guyuran hujan, mereka membentangkan spanduk besar yang berisi kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

 

Pengawalan Ketat Aparat

Dalam salah satu orasinya, perwakilan massa dengan lantang menilai bahwa jalannya pemerintahan saat ini telah gagal total dalam mengeksekusi berbagai kebijakan publik roda pemerintahan.

“Kami minta Prabowo-Gibran mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban karena gagal total mengelola Republik Indonesia,” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando di tengah massa.

Hingga siang menjelang sore ini, aksi demonstrasi dari aliansi Cipayung Menggugat tersebut masih terus berlangsung dengan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Kendati sempat diwarnai adu mulut, situasi secara umum di sekitar Gedung DPR/MPR RI saat ini terpantau kembali kondusif.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6