Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Timur sedang mendalami penggunaan uang korban dari hasil penipuan yang dilakukan penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) di Jakarta Timur (Jaktim).
"Terkait penggunaan uang korban, saat ini masih pendalaman penyidik melalui pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka," ujar Humas Polres Metro Jakarta Timur Aipda I Gusti MP dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Minggu (31/5/2026).
Dia mengatakan, penyidik saat ini juga tengah menelusuri kemungkinan uang setoran para korban digunakan pelaku untuk keperluan pribadi, aset lain, atau untuk menutupi operasional sebelumnya.
Advertisement
Gusti menambahkan, kedua pelaku diamankan oleh Tim Opsnal Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).
"Terkait apakah keduanya memang berniat melarikan diri, hal itu masih didalami penyidik. Namun dalam proses pencarian, kedua tersangka diketahui tidak berada di alamat yang biasa digunakan dan berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya berhasil diamankan di Kabupaten Bandung Barat," kata dia.
Polisi Tangkap Pasangan Suami Istri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7434577/original/082063100_1780211038-WO_Penipuan.jpeg)
Seperti diketahui, Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur menangkap pasangan suami istri pemilik penyelenggara pernikahan (wedding organizer/WO) di Jakarta Timur yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah calon pengantin.
"Pelaku pemilik WO Marwah diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap calon pengantin sudah ditahan dari Sabtu 30 Mei 2026. Kedua pelaku berinisial RM (suami) dan ER," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Alfian menjelaskan penangkapan dilakukan setelah polisi menerima sejumlah laporan dari korban yang merasa dirugikan akibat layanan pernikahan yang tidak kunjung direalisasikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata dia, para tersangka diduga menerima pembayaran dari calon pengantin untuk penyelenggaraan acara pernikahan. Namun setelah uang diterima, kewajiban yang telah disepakati dalam kontrak tidak dijalankan.
"Setelah menerima pembayaran dari para korban, pelaku tidak melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian dan keberadaannya tidak diketahui oleh para korban, sehingga menimbulkan banyak laporan dan keluhan," jelas Alfian.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah calon pengantin mengaku kesulitan menghubungi pihak WO Marwah menjelang hari pernikahan mereka.
Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan karena sebagian besar kebutuhan acara telah dipercayakan kepada penyelenggara pernikahan tersebut.
Advertisement
Momen Pemilik WO Marwah Dipertemukan dengan Korban Usai Ditangkap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7434857/original/004627000_1780211444-Pemilik_WO.jpg)
Polisi menangkap pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah yang berlokasi di Jakarta Timur. Hal itu diungkap Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal melalui instagram pribadinya. Diketahui, mereka yang ditangkap adalah sepasang suami istri, berinisial RM dan ER.
Dalam unggahannya, Kombes Alfian mempertemukan RM dan ER kepada sejumlah korban. Menurut dia, hal itu menjadi bentuk transparansi pihak kepolisian.
"Mas dan mbaknya nih semuanya, pasti ingin tahu. Kalau misalnya nanti enggak dipertemukan, pasti nanti hal-hal yang dipikirnya polisi tidak membantu untuk aset, jaminan, pertanggungjawaban, pengembalian dan sebagainya. Ini sudah saya sampaikan langsung. Inilah ketransparanan kami," kata Alfian dalam unggahan tersebut, seperti dikutip Minggu (31/5/2026).
"Kita adalah korban. Jangan sampai mbaknya mikir, 'oh tadi kita mau bertahan hidup, mau ke psikiater dan sebagainya'. Itu urusan mbak, nggak usah diceritain ke kita. Kita menuntut tanggung jawab. Intinya itu," kata salah satu korban.
Menjawab hal itu, ER meminta belas asih terhadap apa yang sudah diperbuatnya. Dia bahkan berjanji bisa mengembalikan semua kerugian diderita korban dalam waktu 6 bulan.
"Kalau saya ini enggak dihukum, saya bisa usahain dalam 6 bulan, Insya Allah,” jawab ER.
ER pun mengaku, jika WO Marwah bangkrut, dirinya bisa membangun WO baru lainnya.
“Kalau Marwah (WO milik pelaku) bangkrut, saya bisa bangun yang lain," kata dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7434590/original/024560100_1780211051-Penipuan_WO.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290735/original/090615500_1783493611-zico.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893064/original/098068400_1721122752-FotoJet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3082774/original/037721700_1584860118-Pelatih_Jebolan_Serie_A_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297029/original/052747100_1784066633-Spain_s_Pedro_Porro_celebrates_scoring_their_second_goal_with_Pau_Cubarsi__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297082/original/028669700_1784076848-000_C27U6KD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297076/original/040450300_1784075378-barton_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4940245/original/033471000_1725873445-flag-3158666_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9138932/original/074035800_1783076184-Tugas__42_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7762684/original/039165800_1780572551-IMG_7872.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3916658/original/071126000_1643276795-pexels-photo-3943748.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6497047/original/076308500_1779353887-ini-besaran-umk-2016-se-jabar-karawang-tertinggi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143827/original/068032400_1740554999-Membahas_pengeluaran.jpg)