WN Korea Selatan Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Pelaku Ditangkap

Kasus tewasnya WN Korea Selatan di rumahnya, kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi, mulai terungkap.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi mengamankan terduga pelaku kasus tewasnya WN Korea Selatan di Tambun.
  • Korban ditemukan putrinya bersimbah darah dengan banyak tanda kekerasan.
  • Penyebab kematian masih didalami melalui otopsi dan pemeriksaan pelaku.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus tewasnya warga negara (WN) Korea Selatan di rumahnya di Tambun, Kabupaten Bekasi, mulai terungkap. Polisi telah mengamankan terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.

“Benar diamankan terduga pelaku,” kata Budi, Jumat (29/5/2026).

Meski begitu, Budi belum membeberkan identitas maupun peran terduga pelaku dalam kasus tersebut.

“Masih dalam pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan hasilnya,” tandas dia.

Sebelumnya, seorang warga negara Korea Selatan ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi bersimbah darah. Namun, penyebab kematian masih didalami.

Kapolsek Tambun Kompol Wuryanti mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh putrinya pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Korban ditemukan putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata dia kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

 

Koordinasi dengan Kedubes Korea

Saat kejadian, korban berada seorang diri di rumah. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan.

Karena korban merupakan warga negara asing, polisi juga telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta.

“Hari ini sedang dilaksanakan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ujar Wuryanti.

Terkait dugaan pembunuhan, Wuryanti belum ingin buru-buru menyimpulkan. Polisi masih menunggu hasil otopsi.

Namun, dari pemeriksaan awal, polisi menemukan banyak tanda kekerasan di tubuh korban.

“Yang jelas di tubuh korban ditemukan banyak bekas trauma kekerasan,” ucap dia.

Luka pada tubuh korban diduga berasal dari benda tumpul maupun benda tajam. Meski begitu, polisi belum merinci bentuk luka yang dialami korban.

“Nanti dokter yang menyimpulkan. Kita belum bisa menyimpulkan,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6