Wagub Rano Karno Larang Keras Hewan Kurban Kondisi Ini Disembelih di Jakarta

Tidak ada toleransi bagi hewan kurban yang tidak lolos syarat kesehatan dan memerintahkan petugas untuk langsung mengeliminasinya dari daftar penyembelihan

Diterbitkan 27 Mei 2026, 08:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI perketat pengawasan kesehatan hewan kurban, instruksikan penyisihan hewan berpenyakit.
  • Pelatihan juru sembelih dan tim pemeriksa hewan menjamin kelancaran proses kurban.
  • Jumlah hewan kurban meningkat, didistribusikan ke korban kebakaran dan wilayah berprestasi.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperketat pengawasan terhadap kelayakan kesehatan hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Wagub DKI Jakarta, Rano Karno, menginstruksikan seluruh jajarannya di lapangan untuk langsung menyisihkan hewan kurban yang terindikasi berpenyakit atau tidak memenuhi syarat syariat.

Ketegasan tersebut disampaikan Rano Karno usai menunaikan ibadah Salat Idul Adha bersama warga di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/5/2026).

“Saya sudah tegaskan apabila ditemukan hewan yang mungkin tidak lolos, tidak boleh ada toleransi untuk tidak mengorbankan. Artinya, itu harus disampingkan,” ujar Rano Karno secara lugas di hadapan media.

Kendati pengawasan diperketat, Rano optimistis proses pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah Jakarta akan berjalan lancar. Hal ini karena Pemprov DKI telah memberikan pelatihan khusus kepada para juru sembelih halal (juleha) dan tim pemeriksa kesehatan hewan mengenai tata cara penanganan yang benar.

 

Penyaluran Kurban Meningkat, Sasar Korban Kebakaran

Pada Idul Adha 2026 ini, Pemprov DKI Jakarta mencatat kenaikan jumlah bantuan hewan kurban dibanding tahun lalu. Total ada 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang disalurkan secara kolektif ke berbagai titik strategis di wilayah ibu kota.

Salah satu fokus utama pendistribusian tahun ini diarahkan ke kawasan padat penduduk di Jalan Ibrahim Gang Langgar, Tamansari, Jakarta Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga setempat yang sempat terdampak musibah kebakaran hebat.

“Yang pertama ada di Jalan Ibrahim, Gang Langgar Taman Sari di Jakarta Barat. Kurban diserahkan kepada warga korban kebakaran yang terjadi pada September tahun 2025 lalu,” jelas Rano.

Selain posko pengungsian di Jakarta Barat, Pemprov DKI juga mengirimkan hewan kurban ke kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Wilayah tersebut dipilih sebagai bentuk apresiasi karena dinilai sukses mengintegrasikan sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi digital yang dikombinasikan dengan tingginya partisipasi aktif warga lokal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6