Duduk Perkara Sumatra Blackout Hingga Gelap Gulita

Cuaca buruk yang memicu gangguan transmisi 275 kV di Jambi melumpuhkan pasokan listrik massal, membuat sejumlah provinsi di Sumatera gelap gulita.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 04:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jumat malam, 22 Mei 2026, seharusnya menjadi waktu yang tenang bagi jutaan warga di Pulau Sumatera untuk melepas penat setelah sepekan bekerja. Namun, ketenangan menjelang ibadah salat Magrib itu seketika buyar. Aliran listrik di sejumlah provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Pekanbaru, Palembang, hingga ujung Lampung mendadak terputus serentak, meninggalkan kepulauan ini dalam kondisi gelap gulita, alias blackout.

Di Palembang, Sumatera Selatan, kabar mengenai lumpuhnya jaringan listrik ini menyebar cepat dari mulut ke mulut. "Infonya Sumatera Blackout,” ujar Imam Agung, seorang warga setempat, saat menggambarkan situasi mencekam tersebut.

Gelombang kepanikan kecil juga merembet hingga ke Kota Medan, Sumatera Utara. Winda, warga kawasan Gaperta, menceritakan bagaimana detik-detik sebelum rumahnya kehilangan daya sekitar pukul 18.45 WIB. Tegangan listrik di rumahnya sempat tidak stabil.

"Tadi mulai padam 18.45 WIB, tiba-tiba redup dan lama-lama mati lampu," kenang Winda.

Usahanya untuk mencari kepastian dengan menghubungi panggilan darurat PLN lewat telepon pun sia-sia karena jaringan tak kunjung tersambung. 

"Informasi teman yang kerja di PLN katanya ada blackout. Kemungkinan lama ini ya," tambahnya cemas, seraya mengeluhkan sinyal ponsel yang mulai naik-turun dan pasokan air bersih yang mulai terhenti di beberapa titik.

Ketidaknyamanan ini juga dirasakan oleh Dian Gunawan, warga Kecamatan Medan Helvetia. Malam itu, ia baru saja menepi di sebuah kedai kopi di Jalan Sei Batu Ging Ging untuk melepas lelah. Tanpa ada peringatan atau pemberitahuan awal dari otoritas terkait, lampu di kedai tersebut langsung padam.

"Saya kebetulan baru pulang kerja, singgah di sini mau ngopi bentar, eh tiba-tiba listrik padam, jadinya gelap karena lampunya enggak hidup,” keluh Dian.

Cerita serupa datang dari Teguh di Medan Johor dan Ayu Gustina Rahayu yang sedang bersiap menunaikan ibadah di rumahnya. Ayu mengingat, jarum jam menunjukkan pukul 18.54 WIB ketika lampu di rumahnya mulai "mengayun".

“Pokoknya kita mau sholat Maghrib, tiba-tiba lampunya agak sedikit mengayun awalnya sih. Redup 2-3 kali gitu, lalu mati total. Saya pikir juga mungkin sebentar, tapi sampai sekarang udah mau menjelang Isya, belum juga hidup kembali,” tutur Ayu gusar.

 

Denyut Nadi Rumah Sakit dalam Hitungan Detik

Di saat warga di perumahan menyalakan lilin, situasi di fasilitas kesehatan jauh lebih kritis. Di RSUD dr. Fauziah Bireuen, Aceh, padamnya listrik pusat sempat menguji kesiapan mitigasi darurat pihak rumah sakit.

Seorang dokter spesialis paru di RSUD tersebut, dr. Hulaimi, Sp.P., mengisahkan bahwa ketika gelombang blackout menghantam, seluruh ruangan rumah sakit sempat gelap gulita. Beruntung, sistem otomatis cadangan bekerja dengan cepat.

"Kondisi di rumah sakit saat mati lampu total sempat mati 6 detik, kemudian otomatis hidup lagi karena ada genset yang dioperasikan. Sejauh ini tidak mengganggu operasional RS," ungkap Hulaimi.

Meski pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk genset di rumah sakitnya aman, dr. Hulaimi mengkhawatirkan nasib fasilitas kesehatan yang lebih kecil di daerah pelosok.

"Tapi kalau di RS matinya lebih dari sejam, mungkin agak mengganggu operasional. Yang lebih mengkhawatirkan kalau lama justru di Puskesmas. Tapi pastinya kami sudah mempersiapkan mitigasi untuk hal-hal seperti itu," papar dokter yang wilayah tempat tinggalnya di Desa Cot Tufah juga ikut padam total sejak pukul 19.05 WIB meski cuaca di sana sangat cerah.

Ratusan kilometer ke arah selatan, warga di Provinsi Lampung pun tak luput dari kegelapan. Kota Bandar Lampung, Metro, Lampung Utara, Way Kanan, hingga Pringsewu melaporkan hal yang sama.

Di Sukarame, Bandar Lampung, warga bernama Berliana Hajariah mengaku aktivitasnya lumpuh sejak pukul 18.30 WIB. "Dari jam 18.30 sampai jam 20.00 WIB mati lampu, biasanya enggak pernah seperti ini," cetusnya. Di Kota Metro, Anisa Pratiwi juga mengeluhkan hilangnya sinyal seluler bersamaan dengan padamnya listrik sejak pukul 19.14 WIB.

 

Penyebab Blackout Sumatra

Merespons jeritan konsumen di media sosial, PT PLN (Persero) langsung bergerak mengoordinasikan tim teknis dalam skala besar di seluruh unit induk wilayah.

Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyatakan pihaknya langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan menyeluruh pada jaringan kelistrikan guna mengidentifikasi titik kerusakan. Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, memastikan ratusan petugas dikerahkan tanpa henti. "Ratusan personel PLN terus bekerja non-stop dalam upaya penormalan gangguan," tegas Lukman.

Misteri penyebab lumpuhnya pasokan listrik di separuh Pulau Sumatera ini akhirnya terjawab lewat penjelasan resmi dari kantor pusat PLN. Kerusakan massal ini ternyata dipicu oleh gangguan teknis di wilayah Jambi akibat faktor alam.

"Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk," jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto.

Pihak PLN memastikan bahwa tim teknis kini telah berhasil mengatasi gangguan utama di segmen tersebut dan sedang mempercepat pemulihan di sisi pembangkit secara bertahap agar pasokan listrik kembali normal. Mewakili korporasi, Gregorius juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dirasakan seluruh warga Sumatera.

"PLN mengupayakan proses pemulihan berjalan aman. Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi pemulihan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya. PLN memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat," tutup Gregorius.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6