Gerakan Buruh Bersama Rakyat Gelar Aksi May Day di DPR, Tegaskan Beda dengan Acara di Monas

Aliansi Gebrak, Gerakan Buruh Bersama Rakyat akan menggelar aksi May Day 1 Mei 2026 di depan Gedung DPR.

Diterbitkan 30 April 2026, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gebrak dan KASBI gelar aksi May Day di DPR, menolak acara pemerintah di Monas.
  • Aksi menyoroti kondisi buruh memprihatinkan dan sistem pengupahan tidak adil.
  • Tuntutan meliputi reformasi UU Ketenagakerjaan, stop militerisme, dan kriminalisasi aktivis.

Liputan6.com, Jakarta - Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) akan menggelar aksi May Day di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Ketua Umum Konfederasi KASBI Sunarno menegaskan, aksi mereka adalah sikap mandiri dan berbeda dengan perayaan May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas.

"May Day Fiesta yang diselenggarakan di Monas syarat dengan narasi mainstrem dan koptasi kekuasaan. Kasbi dan Aliansi Gebrak tidak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas bareng presiden, karena kondisi perburuhan secara riil memang masih sangat memprihatinkan, dimana Jaminan kepastian kerja/status hubungan kerja buruh justru masuk dalam skema labour market fleksibility," kata Sunarno dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Sunarno juga menyatakan pihaknya menyoroti tentang kembalinya gaya militerisme di pemerintahan saat ini.

"Bahkan dalam menyikapi kritik dan pendapat rakyat yang berbeda pandangan seringkali menggunakan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat selama hampir 2 tahun terakhir," katanya.

 

10 Tuntutan

Berikut tuntutan Gebrak dan KASBI:

1. Segera wujudkan UU Ketenagakerjaan pro Buruh dengan melibatkan serikat buruh, pascaputusan MK 168 tentang Omnibuslaw Cipta Kerja

2. Reformasi sistem pengupahan dan hilangkan disparitas upah: berlakukan upah layak nasional yang adil dan bermartabat bagi kaum buruh

3. Jamin kepastian kerja: hapus sistem outsourcing, kerja kontrak, kemitraan palsu, dan pemagangan eksploitatif

4. Ratifikasi konvensi ILO 188, dan konvensi ILO 190, jamin dan lindungi buruh perempuan dan disabilitas

5. Sejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, pekerja medis dan kesehatan

6. Stop PHK masal dan pemberangusan serikat buruh

7. Wujudkan pendidikan gratis, kesehatan gratis dan berkualitas

8. Tegakkan supremasi sipil, jaga demokrasi, stop militerisme, stop kriminalisasi gerakan rakyat, bebaskan aktivis yang ditangkap

9. Jalankan reforma agraria sejati: hentikan penggusuran tanah rakyat

10. Hentikan perang: solidaritas untuk kedaulatan rakyat Palestina, Iran, Venezuela, dan Cuba.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6