KNKT Usut Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur

KNKT melakukan penyelidikan terkait tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur.

Diterbitkan 28 April 2026, 08:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - KNKT atau Komite Nasional Keselamatan Transportasi melakukan penyelidikan terkait tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Tiga investigator sudah turun sejak Senin malam 27 April 2026.

"Sejak tadi malam tiga orang investigator kami sudah di lapangan," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Dia mengatakan, tim mengumpulkan data awal dan menelusuri penyebab insiden dari lokasi kejadian. KNKT belum membuka hasil sementara. Proses investigasi masih berjalan.

"Jika nanti ada informasi yang dapat disampaikan, akan segera kami umumkan," jelas Soerjanto.

Sebelumnya, Dirut KAI atau Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero) Bobby Rasyidin memastikan pihaknya melakukan evakuasi semaksimal mungkin terhadap korban kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.

"Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta," ujar Bobby melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, dikutip Selasa (28/4/2026).

 

KAI Serahkan pada KNKT Pastikan Kronologi Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Bobby lalu menjabarkan, kecelakaan kereta api tersebut terjadi pada sekitar pukul 21.00 WIB dengan diawali adanya temperan antara KRL Commuter Line dengan taksi Green SM.

"Perlu disampaikan juga, kejadian ini terjadi pada jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi green sm (hijau) itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu," kata Bobby.

Menurut dia, terkait kronologi lengkap kecelakaan, pihaknya menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tau penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," jelas Bobby.

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan update terkini terkait proses evakuasi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.

 

Pastikan Masih Hidup, Basarnas Libatkan Personel Khusus Selamatkan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta

Syafii menegaskan, perlu dilakukan penanganan khusus untuk melakukan evakuasi korban terhimpit di dalam KRL Commuter Line.

"Saya sampaikan bahwa kondisi kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus, di mana, impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan juga commuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari loko dengan satu gerbong dari commuter," ujar Syafii dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (28/4/2026).

"Sehingga kami harus melakukan penanganan khusus, melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan khusus untuk melakukan ekstrikasi secara teliti dan juga terukur," sambung dia.

Sebab, Syafii mengatakan, sampai saat ini korban terhimpit masih hidup dan akan dilakukan upaya maksimal agar bisa selamat,

"Karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini masih dalam dan kita sangat mengharapkan bisa kita evakuasi dalam kondisi hidup namun kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut," ucap dia.

Syafii juga menegaskan, petugas yang melakukan operasi penyelamatan korban tidak akan pernah berhenti melakukan proses evakuasi.

"Karena itu bahwa operasi yang kita laksanakan sejak kira-kira 30 menit sejak kejadian sampai sekarang kita laksanakan non-stop tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift-shift-an sehingga seluruh personel yang melakukan tinggakan khusus tersebut tidak pernah terjeda dan saat ini masih terus berlangsung," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6