Delapan Petugas Diperiksa Buntut WNA Tewas di Ruang Tahanan Imigrasi Depok

Hasil penyelidikan sementara, penyebab korban tewas dikarenakan adanya jeratan pada leher, serta tanda-tanda gantung diri.

Diterbitkan 27 April 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polres Depok periksa 8 petugas Imigrasi terkait kematian WNA Inggris.
  • WNA ditemukan tewas di kamar mandi tahanan Imigrasi Depok pada 21 April 2026.
  • Penyebab awal diduga gantung diri, hasil autopsi dan toksikologi masih ditunggu.

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Depok memeriksa delapan petugas kantor Imigrasi Non TPI Depok. Pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut peristiwa tewasnya tahanan WNA asal Inggris, Duncan James Rance di dalam kamar mandi ruang tahanan pada Selasa (21/4/2026). Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap petugas Imigrasi Depok. 

"Kami sudah melakukan pemeriksaan sekitar delapan orang saksi,” ujar Made saat ditemui di Polres Metro Depok, Senin (27/4/2026).

Pemeriksaan petugas Imigrasi Depok untuk meminta keterangan berkaitan dengan WNA yang tewas. Mulai dari awal penangkapan WNA sampai ditemukan tewas di kantor Imigrasi Depok.

“Kami periksa mulai dari siapa yang melakukan pemeriksaan (WNA) sampai juga yang melakukan penjagaan, serta sampai dengan siapa yang menemukan pertama kali,” jelas Made.

Polres Metro Depok sebelumnya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan visum luar serta dalam pada korban. Untuk menjaga transparansi, Polres Metro Depok melakukan autopsi di Rumah Sakit Polri Bhayangkara.

“Untuk hasil lengkapnya masih menunggu karena harus ada pemeriksaan dalam dan pemeriksaan toksikologi,” terang Made.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, penyebab korban tewas dikarenakan adanya jeratan pada leher, serta tanda-tanda gantung diri pada korban. Selain itu, keluarga korban turut melakukan pendampingan saat autopsi di rumah sakit.

“Kami masih menunggu secara saintifik apa hasil keputusan dari Rumah Sakit Polri tentang otopsi,” ucap Made.

 

Pemicu WNA Bunuh Diri

Polisi belum bisa menyimpulkan pemicu korban diduga bunuh diri. Semua masih dalam pemeriksaan.

“Kami masih menyimpulkan karena masih ada kami lakukan pemeriksaan lebih dalam, apakah korban ini mengalami stres atau apa, kami belum bisa menyampaikan. Tentunya dari hasil pemeriksaan saksi nanti akan kita sampaikan lebih lanjut,” ungkap Made.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Depok, Irvan Triansyah, mengakui ada WNA yang ditemukan meninggal di kantornya. Atas kejadian itu, kantor Imigrasi Depok telah berkoordinasi dengan perwakilan (Dubes) Pemerintah Inggris.

“Imigrasi telah dan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, perwakilan Pemerintah Inggris dan keluarga di Indonesia, guna memastikan komunikasi yang baik serta penanganan lebih lanjut,” ujar Irvan, Rabu (22/4/2026).

Irvan menjelaskan, sebelumnya WNA berinisial DJR ditemukan petugas dalam kondisi tak sadarkan diri pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 15.45 WIB setelah petugas menerima laporan korban ada di dalam kamar mandi ruang detensi.

“Petugas kemudian melakukan pengecekan awal, namun tidak ditemukan respons,” jelas Irvan.

Untuk memastikan kondisi keberadaan dan kondisi DJR, petugas Imigrasi melakukan tindakan pembukaan paksa pintu kamar mandi. Setelah pintu berhasil dibuka, DJR ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Petugas segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” terang Irvan.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan dari kepolisian, DJR dinyatakan telah meninggal dunia. Proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya DJR. Kami berkomitmen untuk menangani peristiwa ini secara profesional dan bertanggung jawab,” ucap Irvan. (Dicky Agung Prihanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6