Janji Gubernur Rudy Mas'ud: Mulai Besok Tak Libatkan Keluarga di Struktur Pemprov Kaltim

Rudy Mas'ud berjanji lebih transparan agar setiap kebijakan yang dilakukan Pemprov Kaltim bisa dipahami dan diawasi seluruh masyarakat.

Diterbitkan 27 April 2026, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud minta maaf atas kegaduhan proyek renovasi dan pengadaan barang.
  • Rudy akan tanggung biaya renovasi pribadi dan meniadakan keterlibatan keluarga di pemerintahan.
  • Ia berjanji lebih transparan, berhati-hati dalam bertutur kata, dan menerima kritik masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, meminta maaf proyek renovasi rumah dinas hingga pengadaan sejumlah barang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dia berjanji akan menanggung semua biaya renovasi yang sudah berjalan.

Tak hanya berkomitmen membiayai renovasi rumah dinas dengan uang pribadi, Rudy juga berjanji tidak melibatkan keluarga di berbagai struktur pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur.

"Sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik. Mulai esok, saya juga akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan pemerintah provinsi Kalimantan Timur, termasuk wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan," kata Rudy lewat video yang diunggah lewat akun Instagram resmi @pemprov_kaltim, Senin (27/4/2026). Seperti diketahui, adik kandung Rudy, Hijrah Mas’ud, masuk ke dalam tim ahli gubernur.

Ke depan, setelah kegaduhan yang panjang hingga berujung aksi demo beberapa waktu lalu, Rudy berjanji akan lebih transparan agar setiap kebijakan yang dilakukan Pemprov Kaltim bisa dipahami dan diawasi bersama-sama oleh seluruh masyarakat Kaltim.

"Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat, saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur," katanya.

 

Minta Maaf ke Pimpinan di Tingkat Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Rudy juga menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya pada seorang pimpinan di tingkat nasional

"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya. Saya menegaskan bahwa tidak ada maksud sedikitpun untuk membawa atau membandingkan pihak manapun ke dalam konteks yang tidak semestinya," katanya.

Rudy mengaku akan berbenah diri. Baik ketika menjalankan pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur, maupun dalam bertutur kata agar tidak kembali menimbulkan kegaduhan.

"Ke depan, saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur," katanya.

"Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Timur."

 

Rudy di Demo Massa

Seperti diberitakan sebelumnya, demo besar-besaran terjadi di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud berakhir ricuh. Suasana yang semula kondusif berubah kericuhan jelang magrib waktu setempat.

Massa melempari batu dan membakar ban bekas. Mencegah aksi meluas, polisi membubarkan paksa pendemo.

"Kami sudah mengingatkan peserta aksi untuk tidak melakukan tindakan anarkis di luar batas sehingga petugas terpaksa mengambil langkah penguraian secara tegas," kata Kepala Polresta Samarinda Komisaris Besar Polisi Hendri Umar.

Kekecewaan massa memuncak karena Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji tidak kunjung keluar menemui mereka. Akhirnya, sebanyak 1.700 personel gabungan memukul mundur pendemo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6