'Perang' Lawan Ikan Sapu-Sapu, Pramono Segera Kumpulkan Seluruh Wali Kota

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera mengadakan rapat khusus untuk penanganan ikan sapu-sapu di ibu kota yang dinilai mengganggu ekosistem lingkungan.

Diterbitkan 14 April 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemprov DKI Jakarta serius memerangi invasi ikan sapu-sapu di sungai ibu kota.
  • Ikan sapu-sapu predator ikan lokal, merusak tanggul, dan mengganggu ekosistem.
  • Gubernur akan rapat khusus dan menjadikan Jakarta contoh penanganan ikan sapu-sapu.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah provinsi DKI Jakarta perang terhadap invasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera mengadakan rapat khusus untuk penanganan ikan sapu-sapu di ibu kota yang dinilai mengganggu ekosistem lingkungan.

“Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu, karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, untuk menangani ini,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026). Dilansir Antara.

Pramono menuturkan, proses penanganan ikan sapu-sapu di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, menjadi contoh keseriusan Pemprov DKI untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pramono menilai efek dari banyaknya populasi ikan sapu-sapu itu mulai terasa. Apalagi dengan predikat ikan tersebut sebagai predator bagi ikan lokal lainnya.

“Apalagi ini kan ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya. Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” jelas Pramono.

Mantan Sekretaris Kabinet ini berpesan agar seluruh jajaran Pemprov DKI menangani persoalan ikan sapu-sapu ini secara serius. Sehingga Jakarta bisa menjadi contoh atau role model bagi daerah lain dalam penanganan ikan sapu-sapu.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru setelah persoalan itu diselesaikan di kali Ciliwung.

Dia mengatakan setelah pembersihan dan penangkapan, ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," kata Hasudungan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6