Liputan6.com, Jakarta - Ikan sapu-sapu tidak dianjurkan untuk dimakan mengingat potensi kandungan timbal dan tempat hidupnya yang tercemar. Alih-alih diolah menjadi makanan atau dimusnahkan dengan cara dikubur, Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB University, Prof Mala Nurilmala, lebih merekomendasikan ikan ini dijadikan pupuk tanaman hias.
Menurut Mala, hasil pembasmian ikan sapu-sapu seharusnya tidak berakhir menjadi limbah semata. Dia mendorong agar ikan sapu-sapu diolah menjadi produk bernilai guna, salah satunya pupuk cair untuk tanaman hias.
Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah dari hasil pengendalian spesies invasif.
Advertisement
"Sebaiknya ikan sapu-sapu dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias. Memang tidak bisa digunakan lagi untuk makhluk hidup karena berada di perairan yang sangat tercemar oleh logam berat," ujarnya mengutip laman IPB, Rabu (29/4/2026).
Mala menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di sungai-sungai Jakarta berisiko tinggi terpapar logam berat. Kondisi ini membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi manusia maupun dimanfaatkan sebagai pakan ternak, karena berpotensi menimbulkan akumulasi zat berbahaya dalam rantai makanan.
"Ikan dari perairan tercemar tidak hanya berisiko bagi manusia, tetapi juga jika digunakan sebagai pakan ternak. Logam beratnya bisa terakumulasi," tambahnya.
Jika Ikan Sapu-Sapu Hidup di Perairan Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558095/original/063899700_1776406046-sapu2.jpg)
Dia menambahkan bahwa kondisi tersebut tidak berlaku bagi ikan sapu-sapu yang hidup di perairan bersih. Dalam lingkungan yang tidak tercemar, ikan ini pada dasarnya masih dapat dimanfaatkan sebagaimana ikan pada umumnya.
Lebih jauh, Mala menyoroti sifat adaptif ikan sapu-sapu yang membuat populasinya sulit dikendalikan. Tanpa adanya keseimbangan ekosistem dan predator alami, spesies ini dapat berkembang pesat, mendominasi habitat, serta mengancam keberadaan ikan lokal.
"Sebenarnya ikan ini bisa membantu menyerap logam di perairan. Namun karena ekosistemnya tidak seimbang, populasinya menjadi sangat banyak dan berdampak negatif," katanya.
Dalam konteks tersebut, pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi pupuk tanaman hias dinilai sebagai solusi yang lebih bijak dibandingkan penguburan.
Selain memberikan manfaat, langkah ini juga dapat mengurangi potensi penumpukan limbah organik yang sulit terurai, mengingat struktur tubuh ikan sapu-sapu yang relatif keras.
Dengan pendekatan inovatif ini, pembasmian ikan sapu-sapu tidak hanya berhenti sebagai upaya pengendalian populasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi berkelanjutan mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang yang bernilai bagi masyarakat.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567468/original/050020200_1777282004-cek_fakta_alsintan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4536545/original/069114500_1691974925-cek_fakta_satir_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558100/original/048170900_1776406048-sapu7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4354724/original/020561600_1678519431-2336cfe5-9e26-41ff-bc19-6aaebba63ed8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782410/original/091987600_1782885404-9933193e-9b5f-42da-b46a-9b0ef6e2566b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910607/original/048864600_1642746547-WhatsApp_Image_2022-01-21_at_13.27.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5927865/original/018126400_1778825700-Foto_Pendukung_IV.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515667/original/093121700_1782440863-WhatsApp_Image_2026-06-26_at_7.58.50_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5400169/original/005270500_1762067807-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263531/original/070265100_1781937214-HL_kebun_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)