Rayakan Natal hingga Nyepi, Pramono Nilai Jakarta Layak jadi Role Model Pendidikan Pancasila

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, keberhasilan penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan di ibu kota, mulai dari Natal, Imlek hingga Nyepi.

Diterbitkan 07 April 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jakarta menjadi role model implementasi Pancasila berkat suksesnya perayaan keagamaan.
  • Keberagaman di Jakarta kini kekuatan pemersatu, bukan isu, didukung Pemprov DKI.
  • Pancasila harus dipraktikkan, bukan dihafalkan, jadi contoh konkret pendidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, keberhasilan penyelenggaraan berbagai perayaan keagamaan di ibu kota, mulai dari Natal, Imlek hingga Nyepi menjadi bukti bahwa Jakarta dapat menjadi role model dalam implementasi nilai-nilai Pancasila, termasuk dalam dunia pendidikan.

Hal ini disampaikan Pramono dalam sambutannya di acara Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bersama Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2026).

"Saya yakin Jakarta akan mudah-mudahan bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila ini bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi kehidupan sehari-hari di masyarakat," kata Pramono, Selasa (7/4/2026).

Menurut Pramono, rangkaian kegiatan lintas agama yang digelar di ruang publik menunjukkan bahwa keberagaman di Jakarta kini bukan lagi menjadi isu, melainkan kekuatan yang menyatukan masyarakat.

"Sesuatu yang dulu dianggap tidak mungkin, ternyata sekarang menjadi sangat mungkin sekali," ucap dia.

Pramono menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif Pemprov DKI dalam membuka ruang publik bagi seluruh kelompok masyarakat, serta hadir langsung dalam berbagai kegiatan lintas budaya dan agama.

 

Praktik Keberagaman

Menurut Pramono, pendekatan tersebut mendorong rasa memiliki masyarakat terhadap Jakarta sebagai kota bersama.

"Dengan demikian semua orang merasa memiliki bahwa Jakarta ini adalah milik kita bersama," kata dia.

Lebih lanjut, Pramono menyebut praktik keberagaman yang berjalan di Jakarta saat ini dapat menjadi contoh konkret dalam penguatan pendidikan Pancasila, khususnya bagi para siswa di berbagai jenjang pendidikan.

Pramono menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup diajarkan secara teoritis, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui pengalaman langsung dalam masyarakat yang majemuk.

"Saya sengaja menyampaikan hal-hal riil, hal-hal praktik lapangan yang kita lakukan di Jakarta yang sekarang dianggap menjadi role model bagi daerah-daerah lain," tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6