Amankan Ibadah Paskah, Polda Metro Turunkan 4.500 Personel ke Gereja dan Titik Keramaian

Ribuan personel itu disebar ke gereja, titik keramaian, hingga pusat kegiatan ibadah selama Paskah.

Diterbitkan 02 April 2026, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengerahkan 4.500 personel untuk mengamankan rangkaian ibadah Paskah 2026. Ribuan personel itu disebar ke gereja, titik keramaian, hingga pusat kegiatan ibadah selama Paskah.

“Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan kami agar umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Dia mengatakan, pihaknya turut menyiapkan pengamanan berlapis mulai dari sterilisasi lokasi sebelum ibadah, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar gereja. Hal ini untuk memastikan umat bisa menjalankan ibadah tanpa gangguan selama perayaan berlangsung.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Karena itu, pengamanan Paskah ini tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelayanan kepada umat agar ibadah dapat berlangsung dengan damai dan lancar,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya juga meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor ke petugas atau layanan 110 jika menemukan hal mencurigakan.

"Dengan kesiapan personel dan pelayanan yang diberikan, diharapkan rangkaian perayaan Paskah 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian," tandas dia.

Sejarah Paskah dan Maknanya

Paskah merupakan perayaan terpenting dalam kalender liturgi Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah penyaliban-Nya, melambangkan kemenangan Yesus atas kematian dan dosa, serta memberikan harapan akan kehidupan kekal bagi umat-Nya.

Dikenal juga sebagai Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan, perayaan ini memiliki akar historis yang kuat dan keterkaitan erat dengan hari raya Paskah Yahudi (Pesakh atau Passover).

Untuk tahun 2026, Paskah akan dirayakan pada hari Minggu, 5 April 2026, dan Pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai hari libur nasional.

Akar perayaan Paskah Kristen memiliki keterkaitan erat dengan hari raya Paskah Yahudi, yang memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

Menurut Perjanjian Baru, penyaliban Yesus Kristus terjadi bertepatan dengan perayaan Paskah Yahudi. Pada Perjamuan Terakhir, Yesus memberikan makna baru pada Paskah Yahudi, di mana roti dan anggur melambangkan tubuh dan darah-Nya sebagai korban Paskah.

Perayaan Paskah Kristen telah dilakukan sejak abad ke-2, dan pada tahun 325 Masehi, Konsili Nicea secara resmi menetapkan waktu pelaksanaannya.

Ditetapkan bahwa Paskah harus dirayakan terpisah dari perhitungan Yahudi, pada tanggal yang sama di seluruh Kekaisaran Romawi, dan selalu jatuh pada hari Minggu.

Kata "Easter" (Paskah dalam bahasa Inggris) diyakini berasal dari nama dewi pagan Anglo-Saxon, Eostre atau Ostara, yang melambangkan musim semi dan kesuburan.

Paskah adalah perayaan yang berpindah-pindah (movable feast), yang berarti tanggalnya berubah setiap tahun. Untuk umat Kristen Barat yang menggunakan kalender Gregorian, Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama yang terjadi pada atau setelah ekuinoks vernal (titik balik musim semi) pada 21 Maret.

Oleh karena itu, Paskah dapat jatuh antara tanggal 22 Maret dan 25 April. Gereja Ortodoks Timur mengikuti kalender Julian, sehingga tanggal Paskah mereka berbeda, biasanya antara 4 April hingga 8 Mei.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6