Jakpro Kantongi Izin Kemenhub, LRT Jakarta Bisa Diperpanjang hingga ke JIS dan Halim

Jakpro menyebut rencana pengembangan lanjutan jaringan LRT Jakarta menuju kawasan utara dan timur ibu kota telah memperoleh persetujuan dari Kemenhub.

Diterbitkan 08 Maret 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 2A (JIS) dan 2B (Halim) telah disetujui Kemenhub.
  • Jakpro kaji prioritas pengembangan LRT selanjutnya, fokus integrasi dan potensi ekonomi.
  • Jakpro perlu strategi pembiayaan kreatif karena keterbatasan dana dan kondisi ekonomi global.

Liputan6.com, Jakarta - Jakpro atau PT Jakarta Propertindo menyebut rencana pengembangan lanjutan jaringan LRT Jakarta menuju kawasan utara dan timur ibu kota telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur Utama (Dirut) Jakpro Iwan Takwin mengatakan, rencana tersebut mencakup pembangunan LRT Jakarta fase 2A menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan fase 2B menuju Halim Perdanakusuma.

"Jadi 2A ke JIS dan 2B ke Halim itu memang secara perizinan itu sudah disetujui oleh Kemenhub. Dan itu sudah sejak beberapa tahun yang lalu," kata Iwan dalam diskusi media di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dikutip Minggu (8/3/2026).

Meski begitu, Iwan menyampaikan Jakpro masih melakukan kajian untuk menentukan prioritas pembangunan jaringan LRT Jakarta berikutnya setelah proyek LRT Fase 1B rute Velodrome-Manggarai rampung.

Dia menjelaskan, kajian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kebutuhan pelayanan transportasi hingga integrasi dengan moda transportasi lain.

Selain itu, kata Iwan, penyusunan rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta juga didasarkan pada analisis potensi pergerakan penumpang dan konektivitas antarwilayah di Jakarta.

"Memang paralel Jakpro itu dalam menyusun masterplan LRT Jakarta ini juga, kami sudah tentunya basis kajiannya adalah pelayanan. Kemudian bagaimana semaksimal mungkin jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda lain. Jadi connectivity-nya, mobility warga Jakarta itu benar-benar terlayani dengan sempurna," terang dia.

 

Harap Bisa Perkuat Mobilitas Masyarakat

Iwan menyebut, pengembangan jaringan LRT Jakarta diharapkan mampu memperkuat mobilitas masyarakat serta meningkatkan konektivitas antara wilayah pusat, selatan, hingga utara Jakarta.

Dalam kajian tersebut, lanjut Iwan, Jakpro juga menilai potensi kawasan yang dapat menjadi pusat pertumbuhan mobilitas penumpang dan aktivitas ekonomi. Salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar adalah kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara.

"Kalau bicara pelayanan, ya memang dari JIS ini adalah satu karena JIS menjadi satu ikon baru atau landmark baru di sisi utara, sehingga itu bisa menjadi trigger bangkitan-bangkitan ekonomi baru di sisi utara. Di mana dengan mudahnya kemudian mobilitas warga Jakarta dari pusat selatan menuju ke utara itu terkoneksi dengan waktu yang lebih singkat dibanding sebelumnya," papar dia.

Namun, lanjut Iwan, Jakpro masih mengkaji sejumlah faktor lain sebelum menentukan proyek lanjutan yang akan diprioritaskan, termasuk dari sisi skema pendanaan dan minat investor.

 

Perlu Siapkan Strategi Pembiayaan

Menurut Iwan, kondisi ekonomi global dan keterbatasan pendanaan yang saat ini dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, membuat Jakpro perlu menyiapkan strategi pembiayaan yang lebih kreatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta.

"Dengan kondisi saat ini, Jakpro kemudian harus memikirkan bagaimana kreativitas kami dari sisi pendanaan," kata dia.

Ia menambahkan, kajian tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk bisa diputuskan proyek pengembangan jaringan LRT Jakarta mana yang akan didahulukan.

"Sehingga nanti dalam kami menyusun laporan ke Bapak Gubernur, beliau kemudian bisa melihat gambaran utuhnya kalau kemudian menetapkan mana yang terlebih dahulu," tutup Iwan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6