7 Trik Pakai Apel untuk Menyimpan Kentang agar Segar Tahan Lama, Cegah Cepat Bertunas

Trik pakai apel untuk menyimpan kentang agar segar tahan lama, tidak mudah bertunas, dan lebih awet. Simak 7 triknya di sini.

Diterbitkan 08 September 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menyimpan kentang dengan apel dalam satu wadah ternyata dapat membuat kentang tahan jauh lebih lama tanpa cepat bertunas atau berubah warna. Trik pakai apel untuk menyimpan kentang agar segar tahan lama ini kembali ramai dibicarakan karena dianggap efektif menekan jumlah kentang yang berakhir di tempat sampah gara-gara sudah keriput dan penuh tunas.

Banyak orang mengaku baru sadar kentang di dapurnya sudah "berubah wujud" seperti properti film horor setelah dibiarkan beberapa minggu tanpa perhatian. Padahal, kentang yang sudah bertunas atau menghijau bukan sekadar tidak enak dilihat, tapi juga berisiko mengandung senyawa toksik jika tetap dikonsumsi.

Singkatnya, kentang bisa disimpan jauh lebih lama dengan cara diletakkan bersama satu atau dua buah apel dalam wadah terbuka yang berventilasi, lalu ditaruh di tempat gelap dan sejuk. Kombinasi gas alami dari apel dan kondisi penyimpanan yang tepat inilah yang membuat kentang tidak cepat bertunas. Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (8/9/2026).

1. Kenali Cara Kerja Gas Etilen dari Apel

Trik ini bukan sekadar mitos dapur turun-temurun. Menurut penjelasan yang dihimpun Tasting Table, apel secara alami melepaskan gas etilen, dan gas inilah yang berperan menghambat proses pematangan pada kentang. Sebuah riset yang dimuat dalam Journal of Food Science and Technology pada 2016 turut menjadi rujukan di balik klaim ini.

Menariknya, gas etilen justru bekerja sebaliknya pada kebanyakan buah dan sayur lain. Pada pisang atau alpukat misalnya, etilen mempercepat pematangan. Namun pada umbi seperti kentang, paparan etilen dalam kadar tertentu justru memperlambat munculnya tunas dengan menghambat proses pemanjangan sel di bagian "mata" kentang.

Perusahaan pengelola limbah asal Inggris, Wheeldon Brothers, turut membenarkan mekanisme ini. Mereka menyebut cara ini sebagai langkah sederhana untuk menekan sampah makanan sekaligus membuat belanjaan bertahan lebih lama, sesuatu yang sejalan dengan temuan berbagai sumber lain soal peran gas etilen pada penyimpanan kentang.

2. Simpan Apel dan Kentang dalam Satu Wadah Terbuka

Setelah memahami mekanismenya, langkah praktisnya cukup sederhana: letakkan satu atau dua apel di antara tumpukan kentang dalam wadah yang sama. RecipeTips.com menyebutkan bahwa menaruh sebutir apel dalam kantong berisi kentang sudah cukup untuk membantu mencegah tunas muncul lebih cepat.

Tidak perlu menutup wadah rapat-rapat atau membungkus apel dan kentang secara terpisah. Justru sebaliknya, keduanya perlu berada cukup dekat agar gas etilen dari apel bisa "terserap" oleh kentang di sekitarnya, namun wadahnya tetap harus punya celah udara.

Perlu dicatat, efektivitas trik ini juga dipengaruhi oleh seberapa banyak gas etilen yang dikeluarkan buahnya. Sejumlah pakar bahkan menyebut buah lain yang menghasilkan etilen lebih banyak, seperti pisang, bisa bekerja lebih kuat dibanding apel untuk keperluan serupa, meski apel tetap jadi pilihan paling populer karena lebih tahan lama dan tidak mudah busuk saat disandingkan dengan kentang.

3. Pilih Wadah Berventilasi, Bukan Plastik Tertutup

Wadah penyimpanan sama pentingnya dengan keberadaan apel itu sendiri. Healthline menjelaskan bahwa kentang butuh sirkulasi udara yang baik agar uap air yang dihasilkannya tidak menumpuk dan memicu munculnya jamur atau bakteri.

Kantong kertas berlubang, keranjang anyaman, mangkuk terbuka, atau kotak kardus yang diberi beberapa lubang kecil adalah pilihan yang direkomendasikan berbagai sumber, mulai dari The Kitchn hingga Food Network. Sebaliknya, kantong plastik tertutup rapat atau wadah kedap udara sebaiknya dihindari karena bisa membuat kentang cepat lembap.

Jika kentang dibeli dalam kantong plastik dari swalayan, sebaiknya pindahkan ke wadah lain begitu sampai di rumah, kecuali kantong tersebut sudah memiliki banyak lubang udara dan tidak ditutup terlalu rapat.

4. Simpan di Tempat Gelap dan Sejuk, Jauh dari Sinar Matahari

Selain soal wadah, lokasi penyimpanan juga menentukan seberapa lama trik apel ini bisa bekerja maksimal. Food Network mengingatkan bahwa paparan sinar matahari memicu kentang memproduksi klorofil, membuat kulitnya menghijau sekaligus meningkatkan kadar senyawa glikoalkaloid yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Suhu ruangan yang ideal untuk menyimpan kentang umumnya berkisar 7-13 derajat Celsius, sejuk namun tidak sedingin kulkas. Lemari dapur yang gelap, gudang bawah tangga, atau sudut dapur yang jarang terkena sinar langsung biasanya sudah cukup memenuhi syarat ini.

Soal boleh tidaknya menyimpan kentang di kulkas, masih ada perbedaan pandangan. Wheeldon Brothers menyebut penyimpanan di kulkas bisa membuat kentang tahan hingga tiga kali lebih lama dan kekhawatiran soal pembentukan akrilamida sudah terbantahkan riset terbaru. Namun sejumlah sumber lain, termasuk Healthline dan The Kitchn, tetap menyarankan suhu ruang sejuk karena hawa dingin kulkas berpotensi mengubah pati kentang menjadi gula, yang memengaruhi rasa dan warna saat digoreng.

5. Jangan Mencuci Kentang Sebelum Disimpan

Kebiasaan mencuci kentang begitu sampai rumah sebenarnya bisa mempercepat kebusukannya. Healthline menjelaskan bahwa kelembapan tambahan dari air justru mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri pada permukaan kulit kentang.

Sisa tanah yang menempel pada kulit kentang justru berfungsi sebagai lapisan pelindung alami selama masa penyimpanan. Cukup bersihkan kentang dengan kuas kering atau lap bersih untuk menghilangkan tanah yang berlebihan, tanpa perlu membasahinya.

Proses pencucian sebaiknya dilakukan tepat sebelum kentang akan dimasak, bukan saat baru dibeli atau dipanen. Dengan begitu, kentang tetap kering selama disimpan berdampingan dengan apel dan tidak mudah lembap.

6. Jauhkan Apel dari Sayuran yang Sensitif Gas Etilen

Gas etilen yang menguntungkan bagi kentang justru bisa jadi bumerang bagi jenis produk lain. Tasting Table mencatat bahwa bawang, brokoli, melon, dan buah persik termasuk golongan yang sensitif terhadap etilen dan bisa lebih cepat rusak jika ditaruh berdekatan dengan apel.

Karena itu, sebaiknya siapkan area khusus untuk "kombinasi apel-kentang" ini, terpisah dari sayuran dan buah lain yang sedang disimpan di dapur. Cukup sisihkan satu sudut rak atau keranjang khusus agar gas etilen tidak menyebar ke bahan makanan lain yang justru bisa dirugikan olehnya.

Penataan yang tepat ini juga membantu menjaga kualitas keseluruhan bahan makanan di dapur, bukan hanya kentang. Dengan memisahkan zona penyimpanan berdasarkan sensitivitas terhadap gas etilen, risiko bahan makanan lain ikut cepat busuk bisa ditekan.

7. Periksa Kentang secara Berkala dan Pisahkan yang Mulai Busuk

Sehebat apa pun triknya, kentang tetap perlu dipantau secara rutin. Sejumlah panduan penyimpanan menyarankan untuk mengecek kondisi kentang setiap beberapa hari, terutama mencari tanda-tanda seperti tekstur yang melunak, bau tidak sedap, atau bercak hijau pada kulit.

Jika ditemukan satu kentang yang mulai busuk atau berjamur, segera pisahkan dari tumpukan lainnya. Satu kentang yang rusak bisa mempercepat kerusakan kentang-kentang lain di sekitarnya jika dibiarkan tercampur dalam wadah yang sama.

Untuk kentang yang sudah mulai bertunas namun kondisinya masih keras dan segar, tunasnya bisa dibuang dengan pengupas sayur sebelum dimasak. Namun jika kulitnya sudah menghijau cukup luas atau teksturnya lembek, sebaiknya kentang tersebut tidak lagi dikonsumsi.

Tanya Jawab Seputar Trik Simpan Kentang dengan Apel

1. Apakah aman menyimpan apel dan kentang dalam satu wadah? Aman. Gas etilen dari apel justru membantu menekan pertumbuhan tunas pada kentang, asal wadahnya tetap berventilasi.

2. Berapa lama kentang bisa disimpan dengan trik apel ini? Dengan kondisi penyimpanan yang tepat, kentang bisa bertahan berminggu-minggu hingga beberapa bulan, jauh lebih lama dibanding dibiarkan begitu saja di meja dapur.

3. Apakah kentang yang sudah bertunas masih aman dimakan? Kentang bertunas atau menghijau sebaiknya tidak dimakan karena berpotensi mengandung senyawa toksik bernama glikoalkaloid.

4. Apakah kentang boleh disimpan di kulkas? Masih ada perbedaan pendapat di antara ahli. Sebagian menyebut kulkas bisa memperpanjang kesegaran, sementara sebagian lain menyarankan suhu ruang sejuk agar pati kentang tidak berubah jadi gula.

5. Kenapa kentang tidak boleh dicuci sebelum disimpan? Kentang yang dicuci sebelum disimpan akan lebih lembap, sehingga lebih rentan berjamur dan busuk lebih cepat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6