Liputan6.com, Jakarta - Peneliti BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional Yusmiana Rahayu menyebut padang lamun (Seagress) Indonesia berpotensi menyimpan karbon sekitar 0,26-0,55 gigatan karbon dioksida ekuivalen (Gt CO2e). Angka tersebut memperlihatkan peran penting dalam penanganan perubahan iklim.
Dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Senin 2 Maret 2026, ia menyampaikan angka tersebut dihasilkan berdasarkan estimasi luas padang lamun di tanah air yang berkisar 875.967-1.847.341 hektare, berdasarkan data pada 2018.
"Kemudian totalnya saya gabungkan setelah dikaitkan luas, mendapatkan 0,26 sampai 0,55 gigaton CO2 ekuivalen," ujar Yusmiana, Rabu 4 Maret 2026, seperti dilansir Antara.
Advertisement
Penghitungan tersebut, sebagai gabungan dari kemampuan penyimpanan karbon biomassa dan sedimen dari ekosistem lamun.
Selain itu, dia juga menyoroti potensi besar ekosistem padang lamun jika dibandingkan dengan total emisi gas rumah kaca di Indonesia, yaitu 1,84 Gt CO2e yang dilaporkan pada 2019 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kehutanan (Kemenhut).
"Jadi ini untuk memberikan perbandingan seberapa besar potensi karbon di ekosistem lamun yang kita punya dibandingkan dengan emisi yang terjadi di Indonesia," katanya mengacu pada hasil riset yang dilakukan pada 2024.
Besaran jumlah tersebut kemungkinan dapat berubah mengingat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru merilis Peta Karang dan Padang Lamun Nasional 2025 pada akhir tahun lalu.
Dengan pemerintah menetapkan jumlah luasan karang keras secara nasional adalah 838 ribu hektare dan 660 ribu hektare untuk ekosistem padang lamun.
Soroti Peran Karbon Biru
Selain itu, Yusmiana menyoroti peran karbon biru kini juga semakin penting dalam upaya mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional, yang tertuang dalam dokumen iklim National Determined Contribution (NDC).
Dari sisi ekonomi pesisir pantai, kini sektor kelautan dan perikanan sudah diperhitungkan dalam penyelenggaraan nilai ekonomi karbon.
"Artinya kita perlu data yang lebih siap, karena masih banyak data-data khususnya ekosistem lamun yang dibutuhkan untuk kita bisa menghitung inventarisasi dengan lebih detail," demikian Yusmiana.
Ia menyoroti ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan rawa asin memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Namun, ketersediaan data yang belum merata serta metode penghitungan yang belum seragam menjadi tantangan tersendiri.
Maka, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga riset untuk memperkuat basis data serta memastikan agar potensi karbon biru dapat dioptimalkan.
Advertisement
Peran Padang Lamun bagi Iklim dan Pesisir
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4937685/original/060324400_1725562967-Padang_Lamun.jpg)
Selain sebagai tempat penyimpanan karbon, ekosistem padang lamun juga memiliki beragam manfaat bagi perairan Indonesia.
Berdasarkan Riset yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) padang lamun berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup biota laut, membuat air laut jernih, serta menjadi stabilisator sedimen perairan.
Dengan potensi yang ada, diperlukan riset pemetaan yang terintegrasi, komprehensif dan akurat untuk ketersediaan data padang lamun wilayah pesisir di Indonesia.
"Karbon di padang lamun lebih tinggi dari hujan tropis. Penting keberadaan padang lamun ini untuk mitigasi perubahan iklim dan salah satu sumber daya alam penting yang perlu dikelola secara berkelanjutan,” kata Rektor UGM Ova Emilia dilansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), www.ugm.ac.id.
Ia menambahkan, padang lamun juga sebagai penyedia ekosistem biota laut, serta menjadi habitat pembesaran dan tempat mencari makan bagi berbagai jenis ikan, sehingga keberadaannya turut menopang ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4272817/original/082833900_1672033261-WhatsApp_Image_2022-12-23_at_15.23.04.jpeg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401749/original/084305000_1762228197-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-04T104806.640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306299/original/013680100_1784873619-Screenshot_2026-07-24_113426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515491/original/005117600_1772177639-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T142917.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4937686/original/063518300_1725562967-Padang_Lamun_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300317/original/023997900_1784346380-Pirolisis.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297019/original/044701400_1784052393-UI.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295399/original/066814300_1783928712-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_14.41.28.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293407/original/043294500_1783701060-ASSI_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292426/original/025110400_1783594579-Zul_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453828/original/053556500_1766507359-1764053184-4521804.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5754390/original/071489400_1778655999-Kepala_BRIN.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272316/original/024386100_1751539843-20250703-Kenaikan_tarif_Ojol-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2969771/original/040716200_1573978849-subak.jpg)