Pemerintah Ingatkan Maskapai Nasional Waspada Konflik AS-Israel dengan Iran

Menhub Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan rute internasional dengan tujuan atau melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 23:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menhub meminta maskapai rute Timur Tengah tingkatkan kewaspadaan akibat konflik Iran-Israel.
  • Beberapa maskapai asing batalkan penerbangan, sementara Garuda reroute via Kairo.
  • Kemenhub koordinasi keamanan dan penanganan penumpang terdampak konflik.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta maskapai penerbangan rute internasional dengan tujuan atau yang melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul konflik antara Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat (AS) kian memanas.

Dudy mengatakan, beberapa operator penerbangan dilaporkan turut terdampak konflik di kawasan Timur Tengah tersebut. Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan, namun ada perjalanan yang saat ini belum terdampak.

"Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," tutur Dudy di Jakarta, Minggu (1/3/2026), seperti dilansir dari Antara.

Maskapai penerbangan asing dilaporkan telah membatalkan penerbangan, serta tidak mengoperasikan penerbangan dari dan menuju semua kota di Timur Tengah sejak eskalasi konflik terjadi antara Iran dan Israel.

Adapun maskapai yang telah membatalkan penerbangan atau tidak mengoperasionalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines dan Scoot.

Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah, Oman Air beroperasi seperti biasa, dan Ethiopian Airlines masih beroperasi seperti biasa namun tidak mengoperasikan penerbangan ke Amman (Jordania) dan Tel Aviv (Israel).

 

Garuda Indonesia dan Lion Air

Sementara itu, ia mengatakan bahwa dua maskapai dalam negeri yang melewati ruang udara Timur Tengah yakni Garuda Indonesia dan Lion Air saat ini belum terdampak konflik.

Dudy menyebut, penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak, sedangkan penerbangan Garuda Indonesia menuju Amsterdam di reroute melalui Kairo (Mesir).

"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," kata Dudy.

Kementerian Perhubungan selalu berkoordinasi dengan Airnav Indonesia, maskapai penerbangan, pengelola bandara dan otoritas asing untuk memperbaharui informasi keamanan wilayah Timur Tengah serta memastikan penerbangan aman dan lancar.

Beberapa negara telah menutup ruang udara untuk semua kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk perjalanan umroh,” katanya.

 

Tangani Penumpang Terdampak

Dudy menyampaikan, dengan adanya beberapa pembatalan dan penyesuaian penerbangan, ia telah meminta maskapai dan pengelola bandara untuk memberikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku.

Hal itu juga termasuk proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.

Dia juga memastikan operasional penerbangan pada seluruh bandara di Indonesia khususnya untuk rute internasional, tetap berlangsung dengan aman, lancar dan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6