3 Fakta Piala Dunia 2026: Keuntungan FIFA hingga Tiket Termahal

Simak tiga fakta menarik terkait Piala Dunia 2026, mulai dari pendapatan FIFA hingga tiket termahal.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026, pertandingan olahraga terbesar di dunia, telah mencapai final pada Minggu, 19 Juli 2026, waktu setempat. Pada partai final itu, Spanyol menjadi peraih trofi kemenangan setelah melawan Argentina dengan skor 1-0.

Sebelum melewati partai puncak ini, pertandingan sepak bola telah dilaksanakan 11 Juni – 19 Juli 2026 dan digelar di 16 kota yang tersebar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. 

Sebagai acara pertandingan olahraga terbesar oleh FIFA, biaya yang dikeluarkan cukup fantastis. Melansir CNN, Senin (20/7/2026), laporan yang dirilis pada Maret 2025 menyebutkan estimasi biaya yang dikeluarkan sebesar sekitar US$ 13,9 miliar, atau sekitar Rp 249,3 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.938), dan US$ 11,1 miliar, atau Rp 199,1 triliun, ditanggung oleh AS. 

Berikut fakta menarik Piala Dunia 2026, mulai dari pendapatan FIFA yang fantastis hingga tiket termahal yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Keuntungan FIFA Tembus Rp 269 Triliun

Melansir The Guardian, Senin, 20 Juli 2026, FIFA mencatat keuntungan sebesar US$ 15 miliar, atau setara Rp 269 triliun. Angka ini melambung tinggi dari prediksi sebelumnya. Organisasi yang dipimpin oleh Gianni Infantino tersebut sebelumnya memproyeksikan keuntungan sebesar US$ 11 miliar, atau sekitar Rp 197,3 triliun.

Sumber penghasilan utamanya diperkirakan datang dari biaya tiket yang tinggi serta biaya pelayanan seperti penginapan. Pasar sekunder resmi FIFA yang mematok harga sangat tinggi juga diprediksi menjadi alasan tingginya pendapatan FIFA dalam Piala Dunia 2026 ini. FIFA memungut 15% dari pembeli dan 15% lagi dari penjual di pasar sekunder.

Lebih fantastisnya lagi, angka ini terhitung dua kali lipat dari pendapatan FIFA pada Piala Dunia 2022 yang dilaksanakan di Qatar.

Mengutip BBC, Senin, Piala Dunia 2022 memberi untung sebanyak US$ 7,6 miliar, atau sekitar Rp 136,2 triliun kepada FIFA. Lonjakan ini juga disebabkan oleh ekspansi yang dilakukan oleh FIFA, dengan menambahkan tim yang berpartisipasi dari 32 menjadi 48 pada tahun ini.

FIFA diprediksi raup untung lebih besar lagi pada Piala Dunia selanjutnya, lantaran berencana untuk melakukan ekspansi lebih besar lagi, yakni menambahkan tim menjadi 64.

2. Spanyol Bawa Pulang Rp 915,3 miliar

Selain FIFA, pemenang Piala Dunia 2026 juga mengakhiri acara dengan membawa pulang hadiah uang yang tak sedikit. FIFA meningkatkan total hadiah untuk Piala Dunia 2026, mencetak rekor dengan total US$ 871 juta, atau sekitar Rp 15,6 triliun yang dibayarkan kepada 48 tim peserta, dikutip dari CNBC, Senin.

Spanyol yang meraih posisi pertama memenangkan US$ 51 juta, sekitar Rp 915,3 miliar, sedangkan Argentina di posisi kedua membawa pulang US$ 34 juta, atau Rp 610,4 miliar.

Selain itu, FIFA juga menghadiahkan uang kepada semua tim yang berpartisipasi. FIFA membayarkan uang kepada 48 tim dalam dua kategori, yakni bonus hadiah uang yang didasarkan pada posisi tim dalam pertandingan, serta pembayaran setara untuk menutupi biaya latihan dan persiapan.

Tim tersebut masing-masing mendapatkan setidaknya US$ 12,5 juta, atau Rp 224,5 miliar untuk partisipasi, termasuk US$ 10 juta, sekitar Rp 179,3 miliar sebagai hadiah uang tunai atas lolos kualifikasi dan bertanding di babak penyisihan. Masing-masing tim juga menerima US$ 2,5 juta, atau sekitar Rp 44,8 miliar untuk biaya pelatihan dan pengeluaran sebelum pertandingan.

Berikut rincian hadiah Piala Dunia 2026:

  • Juara pertama: US$ 51 juta, atau Rp 915,3 miliar
  • Juara kedua: US$ 34 juta, atau Rp 610,4 miliar
  • Juara ketiga (Inggris): US$ 30 juta, atau Rp 538,6 miliar
  • Peringkat keempat (Prancis): US$ 28 juta, atau Rp 502,5 miliar
  • Tim yang lolos ke perempat final (peringkat kelima hingga kedelapan): masing-masing US$ 20 juta, atau Rp 358,9 miliar
  • Babak 16 besar (peringkat kesembilan hingga keenam belas): masing-masing US$ 16 juta, atau Rp 287,2 miliar
  • Babak 32 besar (peringkat ketujuh belas hingga ketiga puluh dua): masing-masing US$ 12 juta, atau Rp 215,4 miliar
  • Babak penyisihan grup (peringkat ketiga puluh tiga hingga keempat puluh): masing-masing US$ 10 juta, atau Rp 179,3 miliar

3. Tiket Termahal Sentuh Rp 35,8 miliar

Sebagai penunjang utama biaya fantastis Piala Dunia 2026, tiket dijual dengan harga yang spektakuler. Melansir Yahoo! Sports, Senin, tiket babak final pada Minggu, 19 Juli 2026 dibanderol US$ 39.704, atau Rp 712,4 juta, sedangkan, mengutip BBC, tiket resale resmi FIFA dijual lebih dari US$ 2 juta, atau sekitar Rp 35,8 miliar. 

Melonjaknya harga tiket menjadikan final Piala Dunia ini sebagai salah satu ajang olahraga termahal sepanjang sejarah. Dari segi tiket yang terjual, final pada Minggu kemarin memiliki harga jual minimum sebesar US$ 6.095, atau Rp 109,3 juta, harga jual rata-rata sebesar US$ 9.3951, atau Rp 1,68 miliar, dan harga jual median sebesar US$ 8.048, atau sekitar Rp 144,5 juta, dikutip dari Yahoo! Sports.

Angka ini dengan mudah melampaui Super Bowl 2026, yang memiliki harga jual minimum sebesar US$ 3.286, atau Rp 59 juta, harga jual rata-rata sebesar US$ 6.555, atau Rp 117,6 juta dan harga jual median sebesar US$ 5.979, atau Rp 107,5 juta.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6