Tidak Ada Penyerang Rebut Penghargaan Individu, Sukses Spanyol Bukan Sekedar Bertahan

Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026, menandai kemenangan kedua mereka dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Gelar ini diraih setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung ketat hingga perpanjangan waktu.

Dalam laga final yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, New York/New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, Spanyol berhasil menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak oleh Ferran Torres, memastikan gelar juara kedua bagi La Furia Roja menyusul sukses 2010.

Perjalanan Spanyol menuju tangga juara diwarnai oleh performa pertahanan yang sangat solid sepanjang turnamen. Tim asuhan Luis de la Fuente ini hanya kebobolan satu gol dalam seluruh pertandingan, menjadikannya tim pertama yang memenangkan Piala Dunia dengan rekor pertahanan tersebut.

Rodri, gelandang bertahan Spanyol, memainkan peran sentral dalam mengendalikan lini tengah dan mendikte permainan dengan penguasaan bola yang dominan.

Dominasi Pemain Spanyol dalam Penghargaan Individu

Piala Dunia 2026 juga mencatat sejarah dengan dominasi pemain berlabel bertahan dari timnas Spanyol dalam meraih penghargaan individu utama. Rodri, gelandang bertahan Spanyol, dianugerahi Golden Ball sebagai Pemain Terbaik Turnamen. Ia memimpin turnamen dalam jumlah operan sukses dan operan pemecah garis, serta memiliki sentuhan terbanyak dari pemain mana pun. Rodri sebelumnya juga memenangkan Ballon d'Or 2024 dan penghargaan pemain terbaik Euro 2024.

Penghargaan Kiper Terbaik (Golden Glove) diraih oleh Unai Simon, kiper Spanyol, berkat penampilan spektakulernya. Simon mencatatkan tujuh clean sheet dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, sebuah rekor paling sedikit seorang kiper dalam satu Piala Dunia.

Satu-satunya gol yang bersarang di gawangnya terjadi saat Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 di perempat final. Simon menjadi kiper Spanyol kedua yang meraih penghargaan ini, menyusul jejak Iker Casillas pada 2010.

Sementara itu, penghargaan Pemain Muda Terbaik (Best Young Player) diberikan kepada bek tengah Spanyol berusia 19 tahun, Pau Cubarsi. Cubarsi menunjukkan kematangan luar biasa dan berperan penting dalam membantu Spanyol mencatatkan clean sheet krusial di babak gugur. Ia bermain di setiap pertandingan dan menjadi bek pertama yang memenangkan penghargaan ini.

Alasan Spanyol Tidak Cetak Lebih Banyak Gol

Meski tiga pemain bernaluri bertahan meraih penghargaan, itu bukan berarti La Roja mengedepankan permainan negatif. Pasukan Luis de la Fuente tetap setia pada filisofi penguasaan bola.

Hanya karena tiga faktor mereka gagal mencetak lebih banyak gol: buruknya penyelesaian akhir, kecemerlangan kiper lawan (Vozinha, Emiliano Martinez), serta ketiadaan striker kelas dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manchester United Tidak Lagi Ngebet Bidik Incaran Lama

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan