Kapolri Minta Penembak Pilot Smart Air Ditangkap: Jangan Sampai Terjadi Peristiwa Selanjutnya

Kapolri meminta Polri dan TNI bersinergi agar masyarakat merasa tenang pascaperistiwa penembakan tersebut.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 14:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pesawat Smart Air ditembaki KKB, pilot dan kopilot tewas.
  • Kapolri perintahkan pengejaran KKB pimpinan Elkius Kobak.
  • KKB Batalion Kanibal dan Semut Merah pelaku penembakan pesawat.

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Smart Air ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalion Kanibal Pimpinan Elkius Kobak. Pilot dan Kopilot tewas dalam peristiwa itu. Pascaperistiwa itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo langsung memerintahkan pelaku penembakan ditangkap.

"Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran," katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Barat. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).

Dia juga meminta jajaran untuk menuntaskan kasus penembakan ini agar masyarakat setempat bisa merasa tenang.

"Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah agar jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya," katanya.

 

Pelaku Penembakan

Sebelumnya, Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Ramadhani mengatakan bahwa kelompok pelaku penembakan terhadap pesawat Smart Air di Korowai adalah KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak dari Yahukimo

"Memang dari penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo," katanya.

Saat ini penegakan hukum sudah dilakukan dengan pengerahan tim guna menangkap para pelaku. Dia juga memastikan bahwa penyelidikan dan penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan profesional guna melindungi dan memulihkan serta memberikan rasa aman masyarakat.

Adapun insiden penembakan terhadap pesawat dan kru Smart Air itu terjadi Rabu (11/2) saat pesawat yang membawa 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel tiba di Lapangan Terbang Korowai.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6