UI GreenMetric Bareng BEI Perkuat Keberlanjutan Korporasi Bersama

UI GreenMetric dan BEI kolaborasi dorong emiten pasar modal terapkan standar ESG dan praktik bisnis hijau demi keberlanjutan ekonomi.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 14:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - UI GreenMetric berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (IDX) mendorong praktif keberlanjutan untuk korporasi dengan melalui sustainable corporate rankings.

Karena itu, UI GreenMetric menggelar acara Awareness Session bertajuk “Next Practices in Sustainability: Safe-to-fail, Seamless Integration, and Scope 1–3 Emissions” tujuannya memperkenalkan kerangka UI GreenMatric Sustainable Corporate Rangkings keoada pelaku industri.

Kepala UI GreenMatric Dr. Vishnu Juwono mengatakan, pemeringkatan tersebut dirancang sebagai instrumen strategis, bukan hanya sekadar daftar peringkat semata.

"UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings kami rancang sebagai platform pembelajaran dan transformasi. Tujuannya adalah membantu perusahaan Indonesia mengukur, membandingkan, dan meningkatkan kinerja keberlanjutan secara berbasis bukti, sehingga mampu bersaing di ekonomi rendah karbon," ujarnya. Dikutip dari Antara, Rabu (12/2/2026).

Vishnu mengajak korporasi di Indonesia untuk memanfaatkan pemeringkatan tersebut sebagai alat strategis untuk benchmarking dan transformasi, keberlanjutan menjadi fondasi daya saing di masa depan.

Manager Operasional, Data dan Riset UI GreenMetric Rahmi menambahkan, pihaknya menekankan keterlacakan bukti dan juga validasi silang per indikator.

Sistem tersebut membantu perusahaan untuk membangun pelaporan ESG yang konsisten, transparan, dan juga dapat diaudit. Forum tersebut juga menampilkan contoh praktik terbaik dari perusahaan internasional dan nasional.

Telah diterapkan juga strategi pengurangan emisi melalui efisiensi energi, transisi energi bersih, dan manajemen rantai pasok berkelanjutan.

Ekspansi Reputasi Hijau ke Pasar Modal

UI GreenMetric, yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam menilai komitmen lingkungan institusi pendidikan tinggi, kini melebarkan sayap pengaruhnya ke sektor korporasi melalui kolaborasi strategis dengan Bursa Efek Indonesia (IDX). 

Langkah ini bukan sekadar perluasan cakupan penilaian, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mempercepat adopsi standar keberlanjutan di kalangan emiten pasar modal. 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip efisiensi energi dan tata kelola lingkungan yang terukur, pendekatan ini terbukti mampu menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan sekaligus memperkuat reputasi perusahaan di mata investor global yang kian sadar lingkungan.

Dalam paparannya, UI GreenMetric menegaskan bahwa inisiatif pemeringkatan korporasi ini bukanlah eksperimen baru, melainkan dibangun di atas fondasi rekam jejak panjang dan kredibel dalam menilai keberlanjutan ribuan universitas serta berbagai kota di seluruh dunia. 

Hingga tahun 2025, jaringan UI GreenMetric telah mencakup lebih dari 1.700 universitas di lebih dari 100 negara, membuktikan bahwa metrik yang mereka gunakan telah teruji secara global. 

Kini, pengalaman tersebut diperluas untuk membantu sektor swasta membangun sistem pengukuran kinerja keberlanjutan yang transparan, dapat diperbandingkan (comparable), dan akuntabel.

Melawan Tren Emisi dan Praktik Greenwashing

Sesi diskusi utama menyoroti urgensi tindakan korporasi di tengah tren global emisi gas rumah kaca yang terus menanjak. Data-data terbaru yang dipaparkan menunjukkan fakta mengkhawatirkan bahwa emisi global hampir terus naik sejak awal dekade 2000-an tanpa tanda-tanda perlambatan yang berarti. 

Fenomena ini membawa implikasi serius bagi dunia usaha, mulai dari lonjakan biaya operasional akibat inefisiensi energi, gangguan risiko pada rantai pasok akibat perubahan iklim, hingga semakin ketatnya akses pembiayaan bagi perusahaan yang dinilai tidak ramah lingkungan. 

Oleh karena itu, integrasi aspek lingkungan ke dalam strategi bisnis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, UI GreenMetric memperkenalkan metodologi pemeringkatan korporasi yang komprehensif, mencakup empat pilar utama Lingkungan, Sosial, Tata Kelola (Governance), serta Riset & SDGs. 

Keunggulan metode ini terletak pada penekanan ketat terhadap bukti publik yang dapat diverifikasi secara independen. Pendekatan berbasis bukti ini dirancang khusus untuk meningkatkan kredibilitas data Environmental, Social, and Governance (ESG).

Laporkan perusahaan, sekaligus memitigasi risiko klaim berlebihan atau greenwashing yang seringkali menyesatkan publik dan investor. Transparansi data menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan pasar.

Forum ini secara khusus menggarisbawahi urgensi pengukuran jejak karbon yang akurat sebagai langkah awal mitigasi dampak lingkungan. 

Integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini didorong untuk bertransformasi menjadi fondasi strategi bisnis inti perusahaan, bukan lagi sekadar inisiatif tanggung jawab sosial semata.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6