Cerita Pramono Anung soal Lampu Hias di Simpang Semanggi Tiga Kali Dicuri

Pramono Anung menyoroti maraknya pencurian fasilitas umum, mulai dari lampu hias di Simpang Semanggi hingga kabel bawah tanah di Jakarta Utara.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 19:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Lampu hias Simpang Semanggi 3 kali dicuri, menunjukkan celah pengawasan publik.
  • Pencurian kabel bawah tanah di Jakut terjadi siang hari dengan modus petugas.
  • Pemprov DKI ganti material JPO ke conwood untuk cegah pencurian berulang.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, lampu hias di Simpang Semanggi, Jakarta Pusat, telah tiga kali diganti karena terus dicuri.

"Semanggi itu kan sekarang kita kasih lampu beraneka ragam yang menyala itu. Tahu tidak? Itu sudah tiga kali diganti. Ke mana lampu itu? Dicuri," kata dia dalam Townhall Meeting di M Bloc, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pencurian tersebut menunjukkan bahwa pengawasan di ruang publik Jakarta masih memiliki celah serius.

"Padahal di situ ada pos polisi, ada CCTV, ada yang mengawasi. Itu saja masih bisa dicuri," ungkap Pramono.

Pria yang merupakan Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini menuturkan, kejadian serupa tidak hanya terjadi di kawasan pusat kota, tetapi juga berlangsung di wilayah lain, seperti di Jakarta Utara (Jakut).

Ia menyebut, pencurian kabel bawah tanah juga dilakukan secara terang-terangan pada siang hari, dengan beragam modus.

"Termasuk yang kemarin di Jakarta Utara, siang bolong dibongkar kabel yang di bawah jalan itu. Seakan-akan itu seperti petugas resmi yang sedang membongkar kabel, tetapi kabel itu juga dicuri," ungkap Pramono.

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi pencurian berulang, Pemprov DKI Jakarta bahkan mengubah material sejumlah fasilitas umum (fasum).

Salah satunya, jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sebelumnya menggunakan besi kini diganti dengan conwood, material berbahan campuran semen dan serat kayu yang dinilai tidak memiliki nilai jual bagi pencuri.

"Bahkan jembatan penyeberangan yang dulunya pakai besi, sekarang saya minta diubah pakai conwood supaya tidak bisa dicuri," ujar Pramono.

 

Tak Mau Saling Menyalahkan

Meski demikian, Pramono menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak tertentu atas maraknya pencurian tersebut.

Ia menyebut kondisi ini sebagai realitas lapangan yang harus dihadapi dan dibenahi secara sistemik.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Ya itu adalah realitas yang ada bahwa hal seperti itu masih bisa dicuri,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6