SUTET di Permukiman Warga, DPR Desak PLN Lakukan Audit Menyeluruh

Shanty mendesak PLN dan kementerian terkait melakukan audit teknis SUTET di Brebes guna menjamin keselamatan dan ketenangan warga.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Shanty Alda menyoroti keselamatan warga Desa Adisana terkait menara SUTET.
  • Mendesak PLN dan kementerian audit teknis SUTET untuk memastikan keamanan.
  • Transparansi hasil audit penting agar warga tenang dan merasa aman.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Shanty Alda Nathalia menyoroti isu keselamatan warga terkait keberadaan menara dan jalur lintasan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Merespons meningkatnya keresahan masyarakat, Shanty meminta PT PLN (Persero) bersama kementerian terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Ia mendorong dilakukannya audit teknis menyeluruh guna memastikan infrastruktur kelistrikan tegangan tinggi tersebut aman bagi permukiman warga di sekitarnya.

Shanty menyoroti kekhawatiran masyarakat terkait jarak aman atau Right of Way (ROW) serta potensi dampak paparan medan elektromagnetik dari keberadaan SUTET. Menurutnya, standar keselamatan merupakan aspek fundamental yang tidak dapat ditawar.

“Kami mendorong PLN bersama kementerian terkait untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh, memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta mengambil langkah cepat apabila ditemukan potensi bahaya terkait posisi SUTET di Desa Adisana, Bumiayu. Jangan sampai kita menunggu kejadian yang tidak diinginkan baru bertindak,” ujar Shanty dalam pernyataan resminya.

Selain aspek teknis, Shanty juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik. Ia menilai ketidakjelasan informasi mengenai tingkat keamanan SUTET dapat memicu keresahan sosial dan spekulasi di tengah masyarakat.

 

Warga Peroleh Kepastian Hukum

Hasil audit, lanjutnya, perlu disampaikan secara terbuka agar warga memperoleh kepastian hukum dan rasa aman. Hal tersebut dinilai penting, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

“Transparansi kepada masyarakat sangat penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran berkepanjangan. Apalagi sebentar lagi kita akan masuk bulan Ramadan. Warga butuh ketenangan batin untuk beribadah, jangan sampai kekhusyukan mereka terganggu oleh rasa was-was akan ancaman keselamatan dari infrastruktur di atas tempat tinggal mereka,” tambahnya.

Shanty menegaskan, apabila hasil audit menemukan pelanggaran batas aman atau potensi bahaya, PLN harus segera melakukan langkah mitigasi tanpa kompromi. Upaya tersebut dapat berupa peninggian menara, penguatan struktur, atau solusi rekayasa teknis lainnya demi menjamin keselamatan warga.

Ia berharap kasus di Desa Adisana menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi nasional harus berjalan seiring dengan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    DPR adalah lembaga legislatif yang anggotanya terdiri dri anggota partai politik terpilih dari hasil pemilu.
    DPR