Fluidra Lindungi Mangrove Sebagai Investasi Berkelanjutan

Fluidra komitmen lindungi ekosistem mangrove sebagai bentuk investasi berkelanjutan guna dukung kelestarian lingkungan jangka panjang.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Fluidra melindungi mangrove di PIK, Jakarta, sebagai investasi berkelanjutan global.
  • Penanaman mangrove mencegah erosi pantai, menyerap karbon, dan mengatasi perubahan iklim.
  • Inisiatif ini menunjukkan komitmen Fluidra terhadap pelestarian lingkungan dan masa depan.

Liputan6.com, Jakarta - Industri global kolam renang dan kebugaran, Fluidra, berupaya melindungi kawasan mangrove sebagai investasi berkelanjutan untuk bumi dan juga generasi di masa depan.

General Manager Africa, Asia & UK, Fluidra Francesc Champs mengatakan dalam keterangannya, "Keberlanjutan melampaui batas negara. Dengan menanam akar ini di tanah Indonesia, kami tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga secara fisik menanamkan komitmen global kami terhadap planet ini ke dalam fondasi operasional kami. Inilah warisan kami dalam tindakan," katanya. Dikutip dari Antara, Jumat (30/1/2026).

Upaya tersebut dimulai dari Kawasan Konservasi Mangrove di Pantai Indah Kapu (PIK), Jakarta, yang dianggap sebagai penyangga ekologis strategs yang vitas untuk mencegah terjadinya erosi pantau dan megatasi perubahan iklim.

Para eksekutif kantor di Spanyol hingga pimpinan manajemen Asia datang untuk menanam mangrove bersama-sama.

Selama sesi penanaman intensif, pohon-pohon tersebut diperkenalkan memiliki sistem akar yang kompleks yang bertindak sebagai jaringan alami, menjebak sedimen, dan juga menstabilkan garis pantai terhadap energi pasang surut yang tak ada hentinya.

Selain pengendalian erosi, hutan-hutan baru saat ini akan berfungsi sebagai penyerap karbon yang ampuh, menyerap karbon dioksida dari atmosfer secara jauh lebih efisien daripada hutan daratan.

Memperkuat Benteng Alami Melalui Solidaritas Global

Indonesia dinilai sebagai negara dengan kepulauan yang menghadapi realitas langsung kenaikan permukaan laut dan abrasi tanah.

Sehingga dinilai cocok menjadi tempat untuk melangsungkan demonstrasi solidaritas global sekaligus memperkuat komitmennya untuk memperkuat penghalang alami, untuk melindungi komunitas pesisir dan keanekaragaman hayati.

Penanaman bibit pohon mangrove tersebut diharapkan menjadi sebuah pengingat untuk berjuang melawan degradasi lingkungan yang membutuhkan persatuan, upaya, dan kemauan untuk memelihara bumi.

ASIA Managing Director, Charles Lim menambahkan bahwa Asia berada di garus terdepan ketahanan iklim. Inistiatif di PIK merupakan bukti bahwa tanggung jawab perusahaan lebih dari sekedar strategi, melainkan kewajiban yang nyata.

"Kami sedang membangun masa depan di mana kesuksesan bisnis dan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan," kata Lim.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6