7 Jam Menegangkan Petugas Damkar Evakuasi Remaja dari Sumur Sedalam 16 Meter di Semarang

Proses evakuasi remaja berjalan menegangkan selama tujuh jam.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Remaja 17 tahun terjun ke sumur 16 meter di Semarang, menolak dievakuasi.
  • Evakuasi dramatis 7 jam, petugas damkar dan ayah korban gagal membujuk.
  • Korban berhasil diselamatkan setelah sumur diisi 7.000 liter air damkar.

Liputan6.com, Jakarta - Remaja 17 tahun di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, nyemplung ke sumur sedalam 16 meter. Dia memilih terjun ke sumur karena menolak diajak ke puskesmas.

Proses evakuasi berjalan dramatis selama tujuh jam. Awalnya, seorang petugas damkar turun menggunakan tali. Setelah dibujuk untuk dievakuasi, remaja bernama Panji itu menolak.

"7 Jam yang menegangkan, setelah berbagai cara mediasi dan komunikasi tidak berhasil membujuk," kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti melalui akun Instagramnya @adebhakti, dikutip Jumat (30/1/2026).

Percobaan kedua dilakukan ayah Panji. Sama seperti petugas damkar, ayah Panji masuk ke dalam sumur menggunakan tali. Lagi-lagi, Panji menolak dievakuasi.

Percobaan ketiga kembali dilakukan petugas damkar. Namun kembali gagal. Ade Bhakti dan timnya kemudian berdiskusi cara terbaik untuk mengevakuasi Panji. Sempat terpikir menggunakan opsi membius Panji untuk memudahkan evakuasi.

"Tapi membius juga beresiko tinggi dengan posisi sumur yang sempit (diameter 80cm) serta kondisi fisik dek Panji yang gemuk (berat badan kurang lebih 110-an Kg)," jelas Ade Bhakti.

Fisik Panji Kian Melemah

Di sisi lain, kondisi fisik Panji semakin lemah. Petugas damkar berkali-kali mencoba menarik Panji ke atas pelampung pelepah pisang, namun tak berhasil. Panji tak bisa memegang erat pelampung tersebut.

"Dari sikap ini kami sadar bahwa dek Panji harus merasa bahwa dia hebat dan dia seolah-olah bisa naik sendiri tanpa bantuan orang lain. Akhirnya kami tempuh cara ekstrem ini dengan menghitung volume sumur dari muka air sampai bibir sumur dengan memperhitungkan serapan air di tanah sumur," kata Ade Bhakti.

Dari situ, Ade Bhakti dan timnya memutuskan mengisi sumur dengan air dari dua unit mobil damkar. Total air sebanyak 7.000 liter. Akhirnya, panji berhasil terdorong air naik ke atas dengan pelampung dan tali yang masih mengikat.

"Alhamdulillah pelan-pelan dek Panji naik mengikuti permukaan air sumur dan secara naluriah manusia mempertahankan kepala tetap di atas permukaan air," jelas Ade Bhakti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6