Lima Prajurit Marinir Korban Longsor di Bandung Barat Dievakuasi, ini Daftarnya

TNI AL mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal.

Diterbitkan 30 Januari 2026, 13:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Lima prajurit Marinir dievakuasi setelah longsor di Cisarua, Bandung Barat.
  • Pencarian 18 prajurit lainnya terus dilakukan dengan dukungan 200 personel TNI AL.
  • Jenazah prajurit akan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara.

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan dan personel TNI AL mengevakuasi lima orang prajurit Korps Marinir yang menjadi korban bencana alam tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat. Mereka menjadi korban saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG pada Sabtu (24/1).

"Yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal," kata Kepala Dinas Penerangan Kormar Kolonel Mar Rana Karyana saat dihubungi, Jumat (30/1). 

Lima prajurit marinir yang sudah dievakuasi antara lain:

1. Serda Marinir Sidiq Hariyanto

2. Praka Marinir Muhammad Koriq

3. Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita

4. Praka Marinir Ari Kurniawan

5. Pratu Marinir Febry Bramantio

Prajurit yang meninggal tersebut akan dimakamkan secara militer. Ini sebagai bentuk penghormatan negara. 

"Saat ini kelima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada para prajurit atas pengorbanannya," sebutnya. 

TNI AL menerjunkan 200 personel Marinir TNI AL untuk membantu atau mempercepat proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. 

"Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor," ujarnya. 

Meninggalnya puluhan prajurit akan selalu diukir dalam sejarah TNI AL.

"Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut," tutupnya.

 

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6