Liputan6.com, Jakarta - Program hibah Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) resmi diluncurkan secara nasional. Sebanyak 58 organisasi dan inisiatif lokal dinyatakan lolos serta siap menjadi pelaksana Program TFCCA siklus pertama di tiga bentang laut prioritas Indonesia.
TFCCA merupakan program pendanaan inovatif pertama di dunia untuk konservasi ekosistem terumbu karang di Indonesia bagi masyarakat.
Sebagai penanda dimulainya pelaksanaan program, tujuh perwakilan penerima hibah mewakili para pelaksana menandatangani perjanjian hibah dalam kegiatan yang digelar di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
Advertisement
Ketujuh orang ini nantinya akan mengimplementasikan berbagai kegiatan konservasi, mulai dari pembentukan hingga penguatan mata pencaharian yang tangguh bagi masyarakat pesisir.
Penandatanganan komitmen ini merupakan bagian dari siklus pertama dari keseluruhan pelaksanaan hibah Program TFCCA dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) senilai +US$35 juta.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Peter M. Haymond mengatakan, program mengaitkan konservasi dengan kesejahteraan masyarakat.
“Melindungi ekosistem laut bukan hanya tentang konservasi, tetapi juga tentang mata pencaharian, ketahanan pangan, dan kemakmuran jangka panjang. Program TFCCA mengalihkan pembayaran kewajiban negara menjadi hibah yang mendanai upaya konservasi yang dipimpin dan digerakkan oleh masyarakat setempat,” ujar Haymond, dilansir Liputan6.com dari laman resmi Konservasi Indonesia www.konservasi-id.org, Rabu (28/1/2026).
“Melalui Program TFCCA, Amerika Serikat bangga bermitra dengan Indonesia untuk mendukung organisasi-organisasi yang memberikan solusi praktis yang melindungi terumbu karang sekaligus memperkuat ekonomi lokal,” imbuhnya.
TFCCA merupakan pendanaan inovatif pertama antara Pemerintah AS dan Indonesia yang secara khusus mencakup konservasi ekosistem terumbu karang yang dilaksanakan oleh entitas masyarakat lokal.
Program ini diperkuat dengan komitmen dan kontribusi dari Conservation International dan Konservasi Indonesia sebesar US$3 juta, serta The Nature Conservancy (TNC) bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sebesar US$1,5 juta.
Pendanaan tersebut digunakan untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan ekosistem terumbu karang di Kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia, khususnya di tiga bentang laut utama, yakni Kepala Burung, Sunda Kecil, dan Banda.
Tanggung Jawab Menjaga Ekosistem Perairan
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga pusat keanekaragaman terumbu karang dunia yang berada di wilayahnya, khususnya di kawasan Segitiga Terumbu Karang.
“Di tengah ancaman perubahan iklim, pencemaran laut, dan praktik penangkapan ikan destruktif, konservasi terumbu karang menjadi agenda strategis pemerintah dalam kerangka kebijakan Ekonomi Biru,” kata Sakti.
Ia juga menyebutkan, program ini sebagai upaya mendukung konservasi terumbu karang yang berkelanjutan.
“Program TFCCA juga merupakan salah satu upaya diplomasi biru yang mengedepankan sinergi global hingga tingkat lokal untuk mendukung konservasi ekosistem laut khususnya terumbu karang yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Selain itu, program ini dipandang sebagai bagian dari respons terhadap krisis keanekaragaman hayati laut akibat tekanan yang meningkat.
“Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang paling rentan terhadap dampak kenaikan suhu muka laut. Program TFCCA dirancang untuk menggunakan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam mengarahkan intervensi konservasi agar lebih efektif dalam menjaga keanekaragaman hayati laut sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekologis wilayah pesisir,” kata Senior Vice President and Acting Head of Conservation Programs Conservation International Kelvin Alie.
Advertisement
Perkuat Konservasi Terumbu Karang
Sebelumnya, Program TFCCA telah melalui proses seleksi hibah tahap pertama yang kompetitif dan transparan.
Dari 323 proposal yang diajukan oleh LSM, Kelompok Masyarakat dan praktisi konservasi lokal, sebanyak 58 proposal dinyatakan lolos penilaian teknis dan safeguards oleh tim independen.
Kemudian, melalui TFCCA, Indonesia dan Amerika Serikat menegaskan pendekatan konservasi yang menempatkan ekosistem terumbu karang sebagai fondasi ekologi dan ekonomi. Sejalan dengan semangat program, ‘Terumbu karang terjaga, masyarakat berdaya, ekonomi sejahtera’.
Adapun, ketujuh perwakilan penerima hibah yang hadir dalam tahap ini di antaranya:
1. Masyarakat Hukum Adat (MHA) Wooti Kook Malaumkarta Raya dari Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
2. Nusa Biodiversitas Indonesia dari Lombok Barat, NTB
3. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura, Maluku.
4. Perkumpulan Kelompok Perempuan Lembaga Swadaya Masyarakat Kunti Bhakti dari Kabupaten Tabanan, Bali.
5. Yayasan Nusa Bahari Lestari (SAHARI) dari Seram Bagian Barat, Maluku.
6. LSM Bengkel Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung (Bengkel APPeK), Kupang, NTT.
7. Kelompok PAAP Bahari Sejahtera dari Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3921197/original/074356200_1768138522-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_20.31.47.jpeg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8533234/original/084330700_1782466958-Tanda_Tangan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525660/original/065655100_1782455855-Tanam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8515915/original/058575000_1782441150-Menhut_Karbon.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8490227/original/032200000_1782404178-Raja_Juli_Inggris.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8468231/original/073669700_1782370448-Blok_M.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8416188/original/061550100_1782301213-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_5.05.09_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411733/original/074994900_1782295620-Wamendikti.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2969771/original/040716200_1573978849-subak.jpg)